Isi Blog

Tuesday, February 2, 2010

Science Time!: Perilaku Tentang Sehat-Sakit dan Perilaku Sakit


Kesehatan
Keadaan (status) sehat, utuh secara fisik, mental (rohani) dan sosial, dan sosial, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.

Penyakit (disease)
Gangguan fungsi fisiologis dari suatu organisme sebagai akibat dari infeksi atau tekanan dari lingkungan, atau apa yang didapat pasien sepulang dari dokter (karena rasa sakit pasien sudah dijelaskan oleh dokter sehingga diketahui apa yang sebenarnya diderita oleh pasien).


Sakit/kesakitan (illness)
Penilaian individu terhadap pengalaman menderita suatu penyakit, atau apa yang dirasakan pasien saat pergi ke dokter (kalo pake bahasa gampang: "aduh, rasanya aku sakit deh", tapi belum tau sakitnya apa).

Perilaku Kesehatan
Menurut Gochman: those attributes such beliefs, expectations, motives, values, perceptions, and other cognitive elements, personality characteristics, including affective and emotional states and traits, and overt behavioral pattern, actions and habits that relate to health maintenance, restoration, and improvement. Atau tindakan yang dilakukan individu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya.

Perilaku Sakit
Segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh individu yang sedang sakit agar memperoleh kesembuhan.

Teori Respons Bertahan (Coping Response Theory)
Oleh Mechanic: teori tentang perilaku sakit
  • Perilaku sakit adalah reaksi optimal dari individu jika dia terkena suatu penyakit. Reaksi sangat ditentukan oleh sistem sosialnya.
  • Perilaku salit erat hubungannya dengan konsep diri, penghayatan situasi yang dihadapi, pengaruh petugas kesehatan, dan pengaruh birokrasi.
  • Faktor utama yang menentukan perilaku sakit:
    • Persepsi atau definisi individu tentang suatu situasi/penyakit.
    • Kemampuan individu untuk melawan serangan penyakit.

Perilaku Peran Sakit
Kadang-kadang orang bisa menghindari kewajiban mereka terhadap kelompok sosialnya, di sisi lain kelompok sosialnya sering mempunyai kewajiban untuk merawat si sakit. Kadang diagnosa medis diperlukan untuk mencapai konsensus tersebut.

Reaksi Individu Terhadap Gejala Sakit
Oleh Schuman
  • Tahap pengenalan gejala.
  • Tahap asumsi peranan sakit.
  • Tahap kontak dengan pelayanan kesehatan.
  • Tahap ketergantungan si sakit.
  • Tahap penyembuhan atau rehabilitasi.

Macam Reaksi dalam Proses Pengobatan
Oleh Schuman
  • Shoping: proses alternatif sumber pengobatan untuk menemukan seseorang yang dapat memberikan diagnosa dan pengobatan sesuai dengan harapan si sakit.
  • Fragmentation: proses pengobatan oleh beberapa fasilitas kesehatan pada lokasi yang sama.
  • Proscrastination: proses penundaan pencarian pengobatan meskipun gejala penyakitnya sudah dirasakan.
  • Self medication: pengobatan sendiri dengan menggunakan berbagai ramuan atau obat-obatan yang dinilai tepat.
  • Discontinuity: penghentian proses pengobatan.

Sektor Pencarian Bantuan
  • Sektor awam: membantu menafsirkan sebuah gejala, membantu mencari bantuan medis, dan memberi saran untuk berkonsultasi dengan orang lain.
  • Sektor tradisional: misal dukun, ciri: tidak memakai standar ilmiah.
  • Sektor profesional kesehatan: contoh: tenaga medis, paramedis dan psikolog.

Pemicu Non Fisiologis dalam Menentukan Mencari Bantuan Medis
Oleh Zola
  • Tingkat kekhawatiran terhadap gejala.
  • Hakekat dan kualitas gejala, "setting" kriteria waktu eksternal.
  • Krisis interpersonal.
  • Gangguan yang dirasakan dalam fungsi kerja atau fisik.

Penundaan Pencarian Bantuan
  • Appraisal delay: waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mengetahui bahwa gejala tersebut serius.
  • Illness delay: jarak waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui bahwa gejala tersebut merupakan gejala penyakit dan keputusan untuk mencari pengobatan.
  • Utilization delay: waktu antara keputusan untuk mencari pengobatan dan pelaksanaannya.

Alasan untuk Berbagai Tahap Penundaan
  • Tidak adanya rasa sakit.
  • Tidak mengetahui bahwa gejala itu serius.
  • Biaya pengobatan.
  • Kesibukan kerja.


2 comments: