Isi Blog

Showing posts with label Munch Time!. Show all posts
Showing posts with label Munch Time!. Show all posts

Sunday, September 25, 2016

Munch Time!: Warung Upnormal Semarang

Akhir pekan ini khasanah kuliner kota Semarang semakin dimeriahkan dengan dibukanya rumah makan baru, Warung Upnormal. Warung (yang sebenarnya tidak pantas disebut warung) ini menyebut dirinya pelopor indomie kekinian. Warung Upnormal sebelumnya telah menjadi sensasi di kota-kota lain seperti di Bandung, Makassar, Yogyakarta, Jakarta, dll. Jika kalian ingin mengunjungi warung Upnormal cabang Semarang, silahkan menuju jl. Menteri Supeno no. 10, dekat dengan SMA Negeri 1 dan Taman KB. 

Indomie Kekinian

Sebenarnya Warung Upnormal punya aneka ragam menu makanan, dari yang berbasis nasi, mie, roti, maupun aneka macam makanan manis, namun karena mereka telah memproklamirkan diri mereka sebagai "Pelopor Indomie Kekinian", maka tak afdol rasanya bila kita berkunjung kesana tanpa memesan menu kreasi mie. Pada kesempatan ini saya memesan mie dengan lauk kikil atau kulit sapi, Indomie Gokil namanya. Tak dinyana, rasa Indomie Gokil ini pedasnya nampol! Saya tidak bisa menyarankan menu ini buat anda yang tidak menyukai rasa pedas, tapi bila anda orang yang suka dan tahan dengan sensasi panas dan menyengat bahan kimia bernama capsaicin (red: sumber rasa pedas pada cabai), maka kalian harus mencoba menu ini. Tak hanya pedas, Indomie Gokil juga tetap enak di lidah, kikilnya tidak alot, rasa gurih mienya benar-benar menjadi candu di otak saya dan berhasil membuat saya menghabiskan makanan ini dalam waktu singkat. Selain Indomie Gokil, kalian bisa mencoba menu mie kekinian lain seperti Indomie Upnormal dengan kuah yang creamy karena dicampur dengan keju dan telur, Indomie Jengkol Cakrawala, Indomie Tongkol Balado, dan lain sebagainya.

Bosan dengan Mie dan Nasi, Cobalah Roti


Roti bakar di Warung Upnormal disajikan dengan dua nuansa, manis sebagai pencuci mulut, dan gurih sebagai makanan utama. Di tempat ini, saya bisa menemukan menu yang mirip dengan English breakfast walaupun tidak penuh, tentu saja karena bacon babi dan puding darah hitam tidak lazim dijual di Indonesia. Menu tersebut berisi dua telur dadar, dua roti bakar, dua lembar daging, dua telur. dan dua potong tomat, cukup membuat seseorang merasa sangat kenyang. Selain itu, roti bakar dapat dinikmati dengan taburan bubuk matcha, coklat atau pisang, mau diberi topping es krim? Tentu saja bisa. 


Cemilan dan Makanan Penutup juga ada

Jika kalian serakus saya, tentu tidak lengkap rasanya bila tidak menyantap makanan penutup serba manis setelah kenyang makan makanan utama, selalu ada tempat untuk makanan penutup. Kalian bisa memilih aneka es krim yang disajikan dengan buah, puding, atau black ball. Bila kalian entah bagaimana tidak suka dengan makanan manis tetapi masih ingin menghabiskan waktu dengan cemal cemil sambil ngobrol dengan teman-teman, kalian bisa mencoba aneka camilan yang ada di sana. Pada kesempatan ini saya memesan Rujak cireng, atau gorengan aci dengan sambal rujak. Cireng yang disajikan Warung Upnormal garing di luar tapi lunak di dalam,teksturnya bukan seperti cireng murahan ala abang-abang jajanan SD. Nikmat bila dimakan selagi hangat. Bagi kalian pecinta kopi, Warung Upnormal punya berbagai olahan kopi Gayo, mulai dari espresso sampai cappucino, dan rasanya memang mantap! Patut untuk dioba.

 



Harga dan Fasilitas

Aneka menu di Warung Upnormal harganya terjangkau, berkisar dari 8.000-35.000 rupiah. Satu hal yang dapat saya sarankan sebelum kalian mengunjungi Warung Upnormal: jangan kalap! Melihat berbagai menu dengan harga terjangkau dapat membuat kalian lapar mata dan memesan dalam jumlah banyak, hal ini tentu saja tidak sehat bila dilihat dari segi finansial. Pesanlah seperlunya dan sewajarnya, tempat ini beda dengan Warung Kucingan Pak Gik yang sekalap apapun kalian makan disitu, entah bagaimana seringkali tidak sampai 30.000. Petugas kasir disini lebih teliti. 

Warung Upnormal cocok untuk digunakan sebagai tempat nongkrong. Di sini tersedia tempat sholat, kamar mandi, dan aneka permainan macam kartu Uno, Uno Stacko, Scrabble, Ular tangga dan lain sebagainya. Hanya saja minat masyarakat terhadap dibukanya Warung Upnormal sungguh luar biasa, hari ini ketika saya dan teman-teman berkunjung kesana, pengunjung tampak mengantri mendapatkan tempat duduk. Berikanlah sedikit rasa belas kasihan kalian terhadap sesama warga Semarang.    


Demikianlah ulasan saya mengenai tempat makan baru di Semarang ini. Mudah-mudahan dapat memberikan gambaran pada kalian semua yang ingin ikut menikmati sensasi kuliner di Warung Upnormal. Semoga bermanfaat!

Friday, April 29, 2016

Munch Time!: Kue Leker 88


Setelah beberapa lama mengambil program internship di kota Magelang, belum lama ini saya kembali ke Semarang dan berkesempatan untuk mencicipi salah satu ragam kuliner yang sedang digandrungi anak muda Semarang, Kue Leker 88.

Thursday, March 24, 2016

Munch Time!: Blanco Coffee & Book, When Coffe Shop and Library Fuse

Jogja merupakan kota budaya yang semakin berkembang. Selain wisata budaya, kita dapat menemukan berbagai makanan enak serta unik disana. Tipe kafe yang ada pun semakin beragam. Kali ini saya menemukan satu kafe yang memadukan antara buku, kopi, dan (tentu saja) wifi.

Monday, September 14, 2015

Munch Time!: Beong Pedas Penggugah Selera

Ikan Beong (Mystus nemurus) merupakan ikan air tawar sejenis lele yang endemis di sungai Progo. Ikan ini merupakan salah satu bintang kuliner di kota Magelang. Karena hal itu, jika anda sempat mengunjungi kota Magelang, salah satu kegiatan yang harus masuk ke to do list anda adalah menikmati hidangan ikan Beong. Tekstur ikan ini mirip-mirip lele dengan ukuran yang lebih besar. Salah satu olahan ikan Beong yang saya suka adalah mangut Beong ala Rumah Makan Selera Pedas. Bila anda suka ikan sejenis lele dan rasa pedas, anda harus terus membaca artikel ini


Sunday, September 13, 2015

Munch Time!: Lost in Prawirotaman, Jogja

Jalan Prawirotaman merupakan salah satu wilayah di jogja yang memang disetting sebagai tempat berkumpulnya para turis. Terbukti dari banyaknya tempat singgah dan restoran yang buka lapak di sepanjang gang ini. Setelah searching di simbah google dan mendapat beberapa rekomendasi tempat makan menarik, akhirnya kami memberanikan diri untuk plesir kesana. Total jendral waktu perjalanan dari Salaman Magelang sampai ke jalan Prawirotaman pakai mobil berkecepatan sedang dengan padatnya jalanan khas jogja saat weekend adalah 3 jam. Tapi itu semua terbayar dengan spot kuliner yang melimpah dan (menurut saya) masih terjangkau kantong. Sebenarnya saya dan tim kuliner lupiyatama.com ingin menjajal semua restoran dan toko roti di sepanjang jalan Prawirotaman, tapi berhubung Nabi Muhammad SAW mencontohkan untuk makan secukupnya, dan tidak ada yang mensponsori kami dalam liputan ini, ya niat tersebut kami urungkan. Dengan segala keterbatasan, silahkan menikmati hasil liputan kami di tiga tempat makan yang kami kunjungi.

Tuesday, August 18, 2015

Munch Time!: Kesegaran sebuah Kesederhanaan, Es Semanggi Magelang

Tahun ini adalah tahun yang menurut saya penuh berkah. Tahun ini saya menjalani program Internship Dokter Indonesia. Program yang beberapa bulan sebelumnya membuat saya sakit kepala karena membuat jadwal menikah dan sekolah menjadi terlambat. Tetapi ini sepertinya menjadi blessing in disguise dari Yang Maha Mengetahui. Saya yang nggak bisa dolan (red: jalan-jalan) selama pendidikan jadi bisa merasakan "nikmatnya" dunia luar, ya walaupun hanya beda kota tapi tetap harus disyukuri. 

Wednesday, October 8, 2014

Munch Time!: Power Mix Fruit

Hi all, now I want to share about recipe. To eat healtier, we suppose to eat more fruits and vegies, but the matter is, sometimes we get bored just to eat plain vegie or fruit like usual. To fix it, we can make juice, smoothies, or salad, yes, salad, it's very simple to make a bowl of salad, just add your favorite vegie or fruit then apply a dressing, and it's ready to serve. I have y favorite kind of salad with honey dressing instead of thousand island or olive oil. Let's check it out ;D



The Item  

  • 2 tomatoes
  • Cucumber 
  • Papayas
  • Aloe veras
  • Honey
  • Dates

How To Make


  • First, chop the tomatoes and cucumber, put them in your bowl, don't forget to wash the vegie first
  • Apply the honey dressing, 2 tea spoon is enough (for me) you don't want your salad goes too sweet
  • After that, chop the dates (kurma), put them in your bowl
  • Next, add a bag of aloe veras, I love them, if they packed with sugar and water, just take aloe veras.
  • Last, add papayas until your bowl nearly full and stir them.
  • put them on refrigerator for a while wont hurt, serve them when cold.

That's is my favorite salad, it's refreshing, give you energy (from dates and honey) and vitamin. After I count the total calorie for this salad with MyFitnessPall, and it count around 300-354 cal. I call it Power Mix Fruit, wanna try? :D
A bowl of fruit salad is ready to serve

Saturday, September 20, 2014

Munch Time!: Mr. Tacoz, Cita Rasa Meksiko yang Menggoyang Lidah

Setelah lama berharap untuk mencicipi cita rasa masakan Meksiko, akhirnya doa saya dijawab oleh Allah SWT. Kawasan Tembalang sekarang dianugerahi dengan lebih banyak keanekaragaman kuliner, kuliner Meksiko, selamat atas dibukanya kedai masakan Meksiko Mr. Tacoz!. Untuk bisa sampai kesini, ambil jalan ke arah toko Tembalang (totem) di depan Masjid Undip, terus saja sambil lihat-lihat ke arah kiri, pasti ketemu

Look at that beef, so many so tasty
Kedai ini menjual berbagai "street food" ala Meksiko, misalnya Taco, nacho dengan saus, serta aneka burrito. Untuk makanan manisnya, mereka menjual es krim goreng. Untuk minuman, ada black taro, kopi, dan mojito. Pada kesempatan pertama di sini saya memesan satu beef taco, dengan ekstra sayuran tentunya, oh ya, ada 4 tingkat kepedasan yang bisa dipesan, saya langsung memesan tingkat 4. FYI, Taco merupakan makanan tradisional Meksiko dengan aneka macam isi (bisa ayam, sapi, keju, seafood, sayur, atau babi) dan dibungkus dengan tortilla gandum atau jagung, makanan ini juga biasanya disajikan dengan aneka garnish seperti saus salsa, alpukat atau guacamole, cilantro (jangan tanya ini apa, tahu namanya juga baru tadi malam), tomat, bawang, atau daun bawang. Taco di negara asalnya dimakan tanpa alat bantu, maksudnya langsung pake tangan, jadi untuk lebih mendapatkan Mexican spirit, saya memutuskan untuk makan pake tangan juga :D. Taco di tempat ini dagingnya termasuk banyak, untuk ukuran saya tentunya (seorang pria Jawa umur 25 tahun, kulit sawo matang). Kedai makanan ini juga tidak main-main tentang kepedasan makanannya, saya sampe nangis waktu makan taco yang saya pesan, bila anda khawatir makanan yang anda pesan rasanya akan jadi terlalu pedas, pesan lah tingkat kepedasan 1 atau 2. Secara keseluruhan, saya puas dengan taco yang saya pesan, hanya saja karena belum pernah mencoba taco asli dari Meksiko, saya nggak bisa tahu cita rasa asli taco.
The menu
Kedai Mr. Tacoz buka dari jam 12.00 sampai jam 22.00 pada hari Senin sampai Jumat dan jam 15.00 sampai jam 22.00 pada hari Sabtu dan Minggu. Tempatnya memang agak kecil, tapi berada di pinggir jalan. Makanan bisa anda makan di tempat atau bawa pulang, karena tempatnya agak kecil, saya sarankan untuk anda bawa pulang saja, kecuali kalau anda pesan minum yang keliatannya susah dibawa-bawa. Jika pegawai disana mau menggunakan topi Sombrero dan kumis palsu, pasti tempat itu bakal lebih "hidup", hahahaha. Sekian review dari saya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Always Eat Responsibly Friend :D   

Saturday, September 13, 2014

Munch Time!: Sate Ayam Martawi

Semarang diberkahi dengan berbagai macam kreasi menu sate, salah satu sate dengan branding kuat di Semarang adalah "Sate Martawi". Bertempat di daerah Pasar Kambing Sompok (Jalan Tentara Pelajar). Penggemarnya berasal dari beragam kalangan, tapi menurut pengakuan penjualnya (ya kita anggap saja ini benar) banyak kalangan elit yang menjadi langganan setianya, karena cerita ini juga diamini oleh ibu dan eyang saya mari kita yakini kalau cerita ini benar.

Waktu dibakar menggoda banget
Sate ayam yang punya ciri khas menggunakan dua tusuk sate ini memang dagingnya besar-besar, pemakaian dua tusuk sate ini selain untuk menjaga supaya batang tusuk tidak gampang patah, menurut saya juga menimbulkan efek sugesti, kok bisa? Mari kita analisis. Harga sate Martawi ini memang agak mahal, sekitar 18 ribu rupiah untuk 10 tusuk, ini yang mungkin membuat orang-orang mikir-mikir kalau mau membeli lebih dari satu porsi, padahal dengan membeli 1 porsi, kita akan mendapatkan sate berjumlah 20 tusuk (ingat, tusukannya dobel kan :D). Ini akan membuat seakan-akan kita membeli dalam jumlah banyak kan ;D. Selain daging yang besar-besar, sambal kacang sate Martawi memang oke punya, manisnya pas, pedasnya juga pas, jika masih merasa kurang pedas, silahkan tambah irisan cabe dan bawang sesuka anda. 

Sate Ayam Martawi mulai beroperasi sekitar jam 5 sore, tempatnya juga terjangkau karena berada di pinggir jalan raya, jangan ragu-ragu untuk makan di sini bersama keluarga tercinta, pacar tercinta, atau teman-teman anda. Akhir kata, setelah melihat ukuran sate yang besar, harga yang "lumayan" dan sambal kacang yang oke punya, saya percaya juga bahwa banyak kalangan elit yang menjadi langganan sate ini :D. Oke teman-teman, sekian dulu info kuliner dari saya, semoga informasi ini dapat menambah perbendaharaan jajanan di sekitar Semarang untuk kita semua.

Nikmati dengan potongan sayur supaya segar :D
Remember, Always Eat Responsibly :D



Saturday, September 6, 2014

Munch Time!: Mochikimo, Cara Baru Menikmati Es Krim


Siapa dari para pembaca yang suka es krim? Seberapa unik sih es krim yang pernah kalian makan? Jika anda mencari sensasi baru olahan es krim, teman-teman bisa mampir ke Mochikimo di Java mall lantai 2. Kenapa sih tempat ini unik? Tak lain dan tak bukan adalah karena Mochikimo menyediakan es krim yang dibungkus dengan mocchi. Mungkin di kota-kota besar lain sudah banyak yang mnyediakan olahan es krim dipadu dengan mocchi, tapi di Semarang, panganan ini termasuk baru. Lalu apakah yang unik itu enak? Nggak selalu sih, tapi yang ini enak lho :D


Es krim enak, siapa mau?
Mochikimo menyediakan jajanan es krim beraneka rasa dibungkus dengan kulit mocchi yang kenyil-kenyil. Kemarin waktu saya ke sana, saya tanya rasa es krim apa yang paling reccomended? Mereka mengatakan bahwa yang paling banyak dipesan adalah rasa oreo dan keju, maka saya sebagai penganut paham anti mainstream memesan rasa blueberry dan tiramisu. Tak lama kemudian, es krim telah siap disajikan. Tampilannya sungguh cantik, sempat saya mengurungkan niat untuk memakannya dan menyimpannya saja di rumah, tapi itu bukan takdir bagi es krim ini. Saya memberanikan diri untuk menyendok es krim mocchi dan melahapnya, keputusan yang saya ambil ternyata benar. Perpaduan antara es krim yang dingin dan lembut serta tekstur kenyal mocchi langsung nyetel di mulut saya, nikmat sekali. Salah satu keunggulan es krim ini adalah harganya yang terjangkau, cukup Rp 9.000 untuk satu porsi, percuma juga es krim enak-enak tapi kita nggak punya duit untuk membelinya, hehehe.

Selain es krimnya yang enak, tempatnya juga asik, walaupun berada di ruang terbuka, tapi tempat duduknya nyaman, ajak beberapa teman untuk nongkrong di sini sambil menyantap es krim, atau pesan es krim dan nikmati pelan-pelan dalam kesendirian ditemani buku bacaan kesukaan anda, syahdu sekali. Karena berada di dalam mall, fasilitas umum yang ada juga lengkap, mau ke wc? Ada, ke musholla? Ada, atau anda mau ke game centre? Ada juga, pokoknya lengkap deh.

Menurut saya pribadi, Mochikimo menawarkan paket jajanan yang enak, murah dan tempat yang nyaman, silahkan bagi teman-teman yang tertarik untuk ikut berkunjung, hehehe. Sekian review saya kali ini, selamat mencoba teman-teman :D.

Always Eat Responsibly :D 

Sunday, June 15, 2014

Munch Time!: Sate Kambing Muda Pak Dul Slawi

Halo para pembaca, setelah sekian lama saya tidak bisa meliput tentang kuliner di daerah luar Semarang, Alhamdulillah akhirnya saya bisa melakukannya, dan tempat yang saya liput kali ini ada di daerah Slawi. Selain wisata pemandian Guci, Slawi juga menyimpan potensi perkulineran lho, salah satu yang menarik perhatian saya adalah sate kambing muda. Saat saya tiba di Slawi, banyak banget rumah makan yang menawarkan menu sate kambing muda, selaku orang baru di sini, saya minta rekomendasi sama teman saya yang asli Slawi, dia kemudian menyarankan ke salah satu rumah makan yang bernama "Pak Dul". Untuk sampai ke sini dari kota, lumayan membutuhkan waktu dan tenaga, soalnya jalan yang ditempuh lumayan berliku, tapi jangan khawatir, karena semua jerih payah teman-teman akan terbalaskan dengan sate kambing yang empuk dan menggugah selera.

Yakin masih nggak pengen :D
Meskipun bukan salah satu penikmat kambing (karena saya punya bakat hipertensi), saya merekomendasikan panganan satu ini. Karena diolah dari kambing muda, maka tekstur dagingnya masih empuk, tidak terlalu banyak lemaknya, walaupun di setiap sate ada sisipan satu potong gajih, bagi anda yang tahu diri lebih baik tidak memakannya, hehehe. Sate Kambing yang sedang hangat-hangatnya disajikan dengan sepiring nasi dan kecap pedas tidak lupa dengan lalapan bawang serta tomat segar, wuih, saya jamin syaraf perasa di lidah teman-teman semua pasti akan menari-nari bila makan sate kambing yang satu ini. 

Selain sate kambing, kalian dapat menikmati menu lain seperti  gule sumsum, dengkil atau kikil dan sop kambing. Waktu saya kesini bersama dengan teman-teman saya, kami juga memesan gule dengkil, tapi tidak sempat saya foto karena kecepatan tangan saya kalah dengan kecepatan tangan-tangan kelaparan yang berlomba-lomba menyendok apa saja yang ada di mangkok. 

Untuk dapat menikmati seporsi sate kambing berjumlah 10 tusuk beserta nasi putih hangat, anda harus menyiapkan dana sebesar kurang lebih Rp.30.000, sayangnya saya lupa harga gulenya. Apakah dana dan usaha untuk sampai ke tempat ini sepadan dengan rasa makanannya? Saya rasa foto dibawah dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Muka-muka bahagia :D

Sekian review saya kali ini semoga bermanfaat bagi teman-teman semua

Always Eat Responsibly :D

Wednesday, May 7, 2014

Munch Time!: Tahu Pong Karangsaru


Saya sudah membuat beberapa review tentang tempat makan yang ada di Semarang, tetapi dari semua review yang saya buat tidak satupun yang merupakan makanan otentik Semarang. Kali ini saya akan membuat salah satu review mengenai jajanan yang Semarang banget, bukan lumpia, tapi tahu pong. Semarang merupakan salah satu kota penghasil tahu dengan kualitas terbaik, jadi jangan ragu jika menyantap jajanan berbahan dasar tahu di kota ini. Tahu pong Karangsaru merupakan salah satu tahu pong yang namanya melegenda di Semarang. Penggemar tahu pong Semarang pasti sudah tahu dengan nama ini, kita yang muda-muda juga harus tahu tentang jajanan otentik Semarang ini, agar namanya tidak lekang dimakan jaman.

Kopyok bersama saus

Tahu Pong Karangsaru bertempat di ruko pringgading. Jalur paling gampang untuk mencapai tempat makan ini adalah lewat jl. Gajahmada, jika dari arah simpang lima, belok kanan setelah restoran Viavo, terus sampai pertigaan Toasty Eatery, nah setelah itu ambil jalan ke kanan, ambil belokan pertama ke kiri dan terus sampai anda menemukan baliho bertuliskan Tahu Pong Karangsaru di kanan jalan. Jika anda bingung, tanyalah pada orang-orang di dekat situ, mereka pasti tahu tentang tahu pong Karangsaru. Jika anda memutuskan untuk makan di sini, saya sarankan untuk membawa satu mobil untuk satu rombongan, parkir di kawasan tempat makan agak sempit. Tempat makannya nyaman kok, tapi agak minim fasilitas, teman-teman tidak akan menemukan musholla ataupun wifi di sini.

Tahu pong adalah tahu yang kopong di tengahnya, tekstur tahunya sendiri lembut. Bila digoreng, tahu ini akan
Menu lengkap
renyah di luar, lembut di dalam. Tahu pong sendiri merupakan makanan bercita rasa oriental, sehingga bisa dikatakan bahwa menu tahu pong adalah hasil dari asimilasi budaya dari suku bangsa yang ada di Semarang. Selain tekstur tahunya yang lembut, kekuatan utama dari Tahu Pong Karangsaru adalah sausnya, manis gurih dan pedas, hmmm, bener-bener rame di lidah. Jika anda makan sendiri di sini, maka harga makanannya akan terlihat agak mahal. Untuk satu porsi tahu pong yang dibalur dengan telur ayam dan digoreng garing, atau disebut juga dengan kopyok, dihargai Rp. 20.000, tetapi sebetulnya makanan di sini disajikan dengan porsi besar dan terlalu banyak bila hanya dimakan oleh satu orang, paling nggak ajaklah satu orang teman anda untuk makan di sini, pesan satu porsi lengkap atau kopyok dan santaplah berdua sambil ngobrol tentang kegiatan anda masing-masing, kemudian bagi dua ongkos makanannya, anda berdua kenyang dan biaya yang anda keluarkan tidak terlalu besar, hmm, syahdu sekali :D. Satu porsi lengkap tahu pong berharga Rp. 26.000 berisi tahu pong, gimbal (gorengan berisi udang), telur ayam, dan tahu biasa (atau disebut plek). 

Tahu Pong Karangsaru buka dari jam 11 siang sampai jam setengah 10 malam, dan tutup pada hari Selasa. Nah, tugas saya sudah selesai dengan memperkenalkan jajanan otentik Semarang kepada anda, sekarang giliran anda untuk membuktikan apakah benar rasa tahu pong ini benar-benar lezat. Sekian review dari saya, semoga informasi dapat menjadi pertimbangan teman-teman semua dalam berwisata kuliner di Semarang. Sampai jumpa di artikel saya yang lain, terima kasih sudah mampir :D

Always Eat Responsibly Friends :D
Peta ke Tahu Pong Karangsaru 

Monday, April 14, 2014

Munch Time!: Soto Sedep


Banyumanik memang diberkahi dengan banyak sekali tempat makan enak nan murah, mulai dari masakan Padang, Jawa, sampai Palembang ada di sini. Sekedar saran, kalau ada yang mau bikin tempat makan lagi, cobalah gaya masakan India, Yunani, atau Afrika, di sini belum ada, hahaha.


Cukup dengan pembukaannya yang agak nggak penting tadi, kita mulai dengan pembahasan tentang salah satu tempat makan, yang menurut saya, OK punya: Soto Sedep. Restoran ini bertempat di depan SMP Eka Sakti Banyumanik. Dari tempat, restoran ini mudah dijangkau, parkirannya pun luas, tidak perlu khawatir akan mengganggu jalan saat parkir untuk makan di sini, pihak restoran sudah menyiapkan tempat parkir resmi, jadi anda dapat makan dengan nyaman.

Yummy!
Menu makanannya beragam, dari aneka soto,  nasi goreng, mie goreng, sampai steak, walaupun saat saya terakhir makan di sini (sekitar 1 bulan yang lalu) mereka tidak menyediakan menu steak lagi, tapi kelihatannnya hal ini hanya sementara. Tidak perlu khawatir masalah harga, menu di sini sangat terjangkau, sebagai contoh 1 mangkuk soto sapi dihargai Rp. 7.500, soto ayam Rp. 7.000, nasi goreng Rp. 10.000. Pilihan minuman pun beragam, tapi yang paling menarik adalah aneka susu, saya lupa berapa harganya, tapi yang jelas lebih murah dari restoran atau kafe yang biasa menyediakan aneka susu sebagai menu utama mereka. Selain murah, susu yang dihidangkan adalah susu segar, bukan susu bubuk atau kental manis, saran saya, pesanlah susu karamel, rasanya istimewa.

Siapa suka gorengan?

Asiknya, Soto Sedep menyediakan aneka gorengan seharga seribuan, jika anda beruntung, anda bisa menikmati aneka gorengan ini dalam keadaan hangat, bayangkan suasana Semarang yang dingin sehabis diguyur hujan menemani anda menyantap satu mangkuk soto sapi hangat ditemani tahu goreng hangat dibalur dengan sambal dan kecap, hmmm, sangat menyenangkan bukan?


Restoran ini juga menyediakan layanan wifi gratis dengan kecepatan lumayan serta tempat sholat dan tempat pertemuan. Sangat cocok sebagai tempat nongkrong. Sekian review saya mengenai restoran Soto Sedep, semoga informasi ini dapat berguna bagi teman-teman semua sebagai referensi untuk berkuliner ria.

Always Eat Responsibly Friends :D

Friday, January 24, 2014

Munch Time: Blinaya

Siapa itu ya yang difoto :D
Berapa banyak restoran yang menawarkan gaya oriental dan western di Semarang? Banyak banget, tapi berapa yang menawarkan makanan dengan tema Rusia? Saya sih nggak tahu ada berapa tapi ada satu di Tembalang, Namanya Blinaya. Untuk teman-teman yang bosan dengan tema makanan "umum" (western, oriental, italian, Indonesian? No, kita tidak pernah bisa menolak makanan Indonesia, akui saja) mungkin Blinaya bisa jadi alternatif.

Monday, January 20, 2014

Munch Time!: Kepayon Resto


Alhamdulillah setelah sekian lama nggak punya anggaran untuk jalan jajan, akhirnya bisa update juga. Pada kesempatan kali ini saya dan teman-teman mengunjungi sebuah restoran di tembalang yang baru saja dibuka, posisinya persis di samping kafe Above. Bagi yang suka makanan bergaya Indonesia atau Barat, saya sarankan anda untuk mengunjungi restoran ini, kenapa? Mari kita bahas :D

Tuesday, November 5, 2013

Munch Time!: Angkringan ing Teras

Halo para pembaca, sudah lama juga ya aku nggak update tentang tempat jajanan di Semarang ini, tempat yang sudah aku kunjungi banyak, tetapi memproses materinya jadi artikel itu lho yang nggak ada waktu, lah kok malah jadi curhat :D. Ok deh, kita langsung saja membahas tentang tempat nongkrong asik dan murah, tetapi nggak murahan: Angkringan ing Teras.

Friday, August 23, 2013

Munch Time!: Massimo Pizzeria

Penulis dan team-nya di Massio Pizzeria
Salam cinta bagi para pembaca semua, setelah sekian lama penulis tidak menemukan tempat yang benar-benar OK untuk diliput, pencarian panjang itu pun membuahkan hasil. Hahaha. Kali ini aku dan teman-teman menemukan tempat yang cocok untuk makan & nongkrong: "Massimo Pizzeria. Tempat ini terletak di daerah gombel, nggak tahu gombel? Kalo taman Tabanas? nah di situ tuh.

Friday, August 16, 2013

Munch Time!: Viavo

Halo para pembaca, dalam segmen "Jalan Jajan Semarang" ini aku akan membahas berbagai spot kuliner atau spot nongkrong dari yang mahal sampai yang "MurMer" (murah meriah).
Jangan tanya ya kenapa seorang koass bisa jalan-jalan kayak gini, yang pasti aku nggak bolos lho, waktu buat jalan emang aku alokasikan untuk mencari bahan tulisan di blog ini :D

Kali ini aku akan membahas tempat makan yang baru aja dibuka di Jalan Gajahmada, tepatnya Jalan Gajahmada nomer 146, kalau dari simpang lima ada di kanan jalan, kalau dari pemuda ada di kiri jalan. Aku kesini bareng si doi, jadi cari bahan tulisan sekaligus bisa pacaran, asik kan :)

Dari luar Viavo ini kelihatan mewah, wah kita agak jiper juga sebenernya, tapi berhubung lagi ada rejeki, kita beranikan untuk masuk kesini. Di dalam ternyata nyaman juga, kalo kata anak-anak muda cozy,