Isi Blog

Showing posts with label semarang. Show all posts
Showing posts with label semarang. Show all posts

Sunday, September 25, 2016

Munch Time!: Warung Upnormal Semarang

Akhir pekan ini khasanah kuliner kota Semarang semakin dimeriahkan dengan dibukanya rumah makan baru, Warung Upnormal. Warung (yang sebenarnya tidak pantas disebut warung) ini menyebut dirinya pelopor indomie kekinian. Warung Upnormal sebelumnya telah menjadi sensasi di kota-kota lain seperti di Bandung, Makassar, Yogyakarta, Jakarta, dll. Jika kalian ingin mengunjungi warung Upnormal cabang Semarang, silahkan menuju jl. Menteri Supeno no. 10, dekat dengan SMA Negeri 1 dan Taman KB. 

Indomie Kekinian

Sebenarnya Warung Upnormal punya aneka ragam menu makanan, dari yang berbasis nasi, mie, roti, maupun aneka macam makanan manis, namun karena mereka telah memproklamirkan diri mereka sebagai "Pelopor Indomie Kekinian", maka tak afdol rasanya bila kita berkunjung kesana tanpa memesan menu kreasi mie. Pada kesempatan ini saya memesan mie dengan lauk kikil atau kulit sapi, Indomie Gokil namanya. Tak dinyana, rasa Indomie Gokil ini pedasnya nampol! Saya tidak bisa menyarankan menu ini buat anda yang tidak menyukai rasa pedas, tapi bila anda orang yang suka dan tahan dengan sensasi panas dan menyengat bahan kimia bernama capsaicin (red: sumber rasa pedas pada cabai), maka kalian harus mencoba menu ini. Tak hanya pedas, Indomie Gokil juga tetap enak di lidah, kikilnya tidak alot, rasa gurih mienya benar-benar menjadi candu di otak saya dan berhasil membuat saya menghabiskan makanan ini dalam waktu singkat. Selain Indomie Gokil, kalian bisa mencoba menu mie kekinian lain seperti Indomie Upnormal dengan kuah yang creamy karena dicampur dengan keju dan telur, Indomie Jengkol Cakrawala, Indomie Tongkol Balado, dan lain sebagainya.

Bosan dengan Mie dan Nasi, Cobalah Roti


Roti bakar di Warung Upnormal disajikan dengan dua nuansa, manis sebagai pencuci mulut, dan gurih sebagai makanan utama. Di tempat ini, saya bisa menemukan menu yang mirip dengan English breakfast walaupun tidak penuh, tentu saja karena bacon babi dan puding darah hitam tidak lazim dijual di Indonesia. Menu tersebut berisi dua telur dadar, dua roti bakar, dua lembar daging, dua telur. dan dua potong tomat, cukup membuat seseorang merasa sangat kenyang. Selain itu, roti bakar dapat dinikmati dengan taburan bubuk matcha, coklat atau pisang, mau diberi topping es krim? Tentu saja bisa. 


Cemilan dan Makanan Penutup juga ada

Jika kalian serakus saya, tentu tidak lengkap rasanya bila tidak menyantap makanan penutup serba manis setelah kenyang makan makanan utama, selalu ada tempat untuk makanan penutup. Kalian bisa memilih aneka es krim yang disajikan dengan buah, puding, atau black ball. Bila kalian entah bagaimana tidak suka dengan makanan manis tetapi masih ingin menghabiskan waktu dengan cemal cemil sambil ngobrol dengan teman-teman, kalian bisa mencoba aneka camilan yang ada di sana. Pada kesempatan ini saya memesan Rujak cireng, atau gorengan aci dengan sambal rujak. Cireng yang disajikan Warung Upnormal garing di luar tapi lunak di dalam,teksturnya bukan seperti cireng murahan ala abang-abang jajanan SD. Nikmat bila dimakan selagi hangat. Bagi kalian pecinta kopi, Warung Upnormal punya berbagai olahan kopi Gayo, mulai dari espresso sampai cappucino, dan rasanya memang mantap! Patut untuk dioba.

 



Harga dan Fasilitas

Aneka menu di Warung Upnormal harganya terjangkau, berkisar dari 8.000-35.000 rupiah. Satu hal yang dapat saya sarankan sebelum kalian mengunjungi Warung Upnormal: jangan kalap! Melihat berbagai menu dengan harga terjangkau dapat membuat kalian lapar mata dan memesan dalam jumlah banyak, hal ini tentu saja tidak sehat bila dilihat dari segi finansial. Pesanlah seperlunya dan sewajarnya, tempat ini beda dengan Warung Kucingan Pak Gik yang sekalap apapun kalian makan disitu, entah bagaimana seringkali tidak sampai 30.000. Petugas kasir disini lebih teliti. 

Warung Upnormal cocok untuk digunakan sebagai tempat nongkrong. Di sini tersedia tempat sholat, kamar mandi, dan aneka permainan macam kartu Uno, Uno Stacko, Scrabble, Ular tangga dan lain sebagainya. Hanya saja minat masyarakat terhadap dibukanya Warung Upnormal sungguh luar biasa, hari ini ketika saya dan teman-teman berkunjung kesana, pengunjung tampak mengantri mendapatkan tempat duduk. Berikanlah sedikit rasa belas kasihan kalian terhadap sesama warga Semarang.    


Demikianlah ulasan saya mengenai tempat makan baru di Semarang ini. Mudah-mudahan dapat memberikan gambaran pada kalian semua yang ingin ikut menikmati sensasi kuliner di Warung Upnormal. Semoga bermanfaat!

Friday, April 29, 2016

Munch Time!: Kue Leker 88


Setelah beberapa lama mengambil program internship di kota Magelang, belum lama ini saya kembali ke Semarang dan berkesempatan untuk mencicipi salah satu ragam kuliner yang sedang digandrungi anak muda Semarang, Kue Leker 88.

Saturday, September 5, 2015

Chat Chit Chut: Review ASUS Zenfone 2

Setelah menabung beberapa bulan, saya akhirnya dapat mengumpulkan cukup harta untuk membeli sebuah gadget baru. Gadget yang saya dambakan adalah sebuah smartphone yang sudah mendukung koneksi 4G, dual sim, RAM dan memori besar, baterai awet, CPU mumpuni, serta kameranya yang nggak malu-maluin. Setelah searching kesana kemari via google dan youtube, akhirnya saya menjatuhkan pilihan kepada ASUS Zenfone 2 dengan RAM 4GB.

Saturday, September 13, 2014

Munch Time!: Sate Ayam Martawi

Semarang diberkahi dengan berbagai macam kreasi menu sate, salah satu sate dengan branding kuat di Semarang adalah "Sate Martawi". Bertempat di daerah Pasar Kambing Sompok (Jalan Tentara Pelajar). Penggemarnya berasal dari beragam kalangan, tapi menurut pengakuan penjualnya (ya kita anggap saja ini benar) banyak kalangan elit yang menjadi langganan setianya, karena cerita ini juga diamini oleh ibu dan eyang saya mari kita yakini kalau cerita ini benar.

Waktu dibakar menggoda banget
Sate ayam yang punya ciri khas menggunakan dua tusuk sate ini memang dagingnya besar-besar, pemakaian dua tusuk sate ini selain untuk menjaga supaya batang tusuk tidak gampang patah, menurut saya juga menimbulkan efek sugesti, kok bisa? Mari kita analisis. Harga sate Martawi ini memang agak mahal, sekitar 18 ribu rupiah untuk 10 tusuk, ini yang mungkin membuat orang-orang mikir-mikir kalau mau membeli lebih dari satu porsi, padahal dengan membeli 1 porsi, kita akan mendapatkan sate berjumlah 20 tusuk (ingat, tusukannya dobel kan :D). Ini akan membuat seakan-akan kita membeli dalam jumlah banyak kan ;D. Selain daging yang besar-besar, sambal kacang sate Martawi memang oke punya, manisnya pas, pedasnya juga pas, jika masih merasa kurang pedas, silahkan tambah irisan cabe dan bawang sesuka anda. 

Sate Ayam Martawi mulai beroperasi sekitar jam 5 sore, tempatnya juga terjangkau karena berada di pinggir jalan raya, jangan ragu-ragu untuk makan di sini bersama keluarga tercinta, pacar tercinta, atau teman-teman anda. Akhir kata, setelah melihat ukuran sate yang besar, harga yang "lumayan" dan sambal kacang yang oke punya, saya percaya juga bahwa banyak kalangan elit yang menjadi langganan sate ini :D. Oke teman-teman, sekian dulu info kuliner dari saya, semoga informasi ini dapat menambah perbendaharaan jajanan di sekitar Semarang untuk kita semua.

Nikmati dengan potongan sayur supaya segar :D
Remember, Always Eat Responsibly :D



Saturday, September 6, 2014

Munch Time!: Mochikimo, Cara Baru Menikmati Es Krim


Siapa dari para pembaca yang suka es krim? Seberapa unik sih es krim yang pernah kalian makan? Jika anda mencari sensasi baru olahan es krim, teman-teman bisa mampir ke Mochikimo di Java mall lantai 2. Kenapa sih tempat ini unik? Tak lain dan tak bukan adalah karena Mochikimo menyediakan es krim yang dibungkus dengan mocchi. Mungkin di kota-kota besar lain sudah banyak yang mnyediakan olahan es krim dipadu dengan mocchi, tapi di Semarang, panganan ini termasuk baru. Lalu apakah yang unik itu enak? Nggak selalu sih, tapi yang ini enak lho :D


Es krim enak, siapa mau?
Mochikimo menyediakan jajanan es krim beraneka rasa dibungkus dengan kulit mocchi yang kenyil-kenyil. Kemarin waktu saya ke sana, saya tanya rasa es krim apa yang paling reccomended? Mereka mengatakan bahwa yang paling banyak dipesan adalah rasa oreo dan keju, maka saya sebagai penganut paham anti mainstream memesan rasa blueberry dan tiramisu. Tak lama kemudian, es krim telah siap disajikan. Tampilannya sungguh cantik, sempat saya mengurungkan niat untuk memakannya dan menyimpannya saja di rumah, tapi itu bukan takdir bagi es krim ini. Saya memberanikan diri untuk menyendok es krim mocchi dan melahapnya, keputusan yang saya ambil ternyata benar. Perpaduan antara es krim yang dingin dan lembut serta tekstur kenyal mocchi langsung nyetel di mulut saya, nikmat sekali. Salah satu keunggulan es krim ini adalah harganya yang terjangkau, cukup Rp 9.000 untuk satu porsi, percuma juga es krim enak-enak tapi kita nggak punya duit untuk membelinya, hehehe.

Selain es krimnya yang enak, tempatnya juga asik, walaupun berada di ruang terbuka, tapi tempat duduknya nyaman, ajak beberapa teman untuk nongkrong di sini sambil menyantap es krim, atau pesan es krim dan nikmati pelan-pelan dalam kesendirian ditemani buku bacaan kesukaan anda, syahdu sekali. Karena berada di dalam mall, fasilitas umum yang ada juga lengkap, mau ke wc? Ada, ke musholla? Ada, atau anda mau ke game centre? Ada juga, pokoknya lengkap deh.

Menurut saya pribadi, Mochikimo menawarkan paket jajanan yang enak, murah dan tempat yang nyaman, silahkan bagi teman-teman yang tertarik untuk ikut berkunjung, hehehe. Sekian review saya kali ini, selamat mencoba teman-teman :D.

Always Eat Responsibly :D