Baru-baru ini para anak muda kekinian mulai gandrung menghisap rokok elektrik yang biasa disebut sebagai vapor atau vaporizer. Menurut mereka vapor lebih aman dari rokok konvensional dan lebih keren (walaupun menurut saya yang sangat benci dengan perokok, para perokok elektrik ini semakin alay kelakuannya). Tapi apakah benar vapor lebih aman dari rokok konvensional? Mari cerdaskan dirimu dengan banyak membaca.
Showing posts with label Science Time!. Show all posts
Showing posts with label Science Time!. Show all posts
Thursday, May 5, 2016
Tuesday, May 3, 2016
Science Time!: Konsumsi Vitamin supaya Awet Muda
Baru-baru ini para peneliti telah membuktikan efektivitas dari senyawa nicotinamide riboside (NR) yang mirip dengan vitamin B3 guna meningkatkan metabolisme dan memperbaiki kerja dari sel punca.
Monday, September 28, 2015
Science Time!: Lesi UMN dan LMN
Beberapa tahun yang lalu, dalam salah satu artikel, saya mengatakan bahwa akan membahas mengenai lesi UMN (Upper Motor Neuron) dan LMN (Lower Motor Neuron). Setelah cukup mengumpulkan niat dan sumber daya, akhirnya saya memutuskan untuk menulis mengenai hal itu lagi. Lebih baik terlambat ketimbang tidak sama sekali bukan? (kecuali kalau hal tersebut sudah kuno dan tidak relevan lagi untuk kamu lakukan). Kita hentikan semua nonsense ini dan mulai mebahasa mengenai lesi UMN dan LMN (God! Aku harus belajar bagaimana membuka artikel dengan benar!)
Thursday, September 17, 2015
Science Time!: Tidur Malam Lebih Berkualitas
Sebagian dari kita pasti pernah mengalami bagaimana rasanya tidur malam tidak nyenyak, sering terbangun di tengah malam, atau sebagian dari kita merasa tidur malam dengan nyenyak, tetapi merasa sangat capek saat bangun di pagi hari. Hal ini terjadi karena tidur malam yang tidak berkualitas. Tidur malam yang berkualitas sangat penting karena dapat mempengaruhi performa kita dalam beraktifitas seharian penuh. Untuk bisa mendapatkan tidur malam yang lebih berkualitas, ada baiknya kalau kita membahas sedikit mengenai teori tidur.
Labels:
malam,
nrem,
rapid eye movement,
rem,
Science Time!,
sleep,
tidur,
tips
Saturday, April 11, 2015
Science Time!: Obat Darah Tinggi Merusak Ginjal? Apa Iya?
Seringkali saya mendengar pasien atau keluarga yang mempunyai penyakit darah tinggi nggak mau untuk minum obatnya secara rutin. Salah satu alasan yang saya cermati adalah karena menurut mereka, obat darah tinggi merusak ginjal. Loh, masak sih? Perasaan waktu saya pendidikan dokter dulu nggak ada nih, atau saya yang tidur waktu dijelasin ya? Wahahaha. Pemahaman yang salah tentang suatu penyakit atau cara pengobatannya terkadang menjadi lebih berbahaya dari penyakit itu sendiri. Supaya kita sama-sama jelas mengenai darah tinggi dan pengobatannya, mari kita belajar.
Wednesday, September 17, 2014
Science Time!: Mengisi KMS dan Menghitung Status Gizi Anak
Halo para pembaca, artikel kali ini mungkin lebih cocok dibaca oleh para sejawat dokter umum atau adik-adik koass maupun yang sedang mengambil pendidikan di Fakultas Kedokteran, tapi bila teman-teman yang lain mau membaca, itu lebih baik, karena membaca lebih baik dari tidak membaca :D. Ah sudahlah, kita hentikan omong kosong tiada guna ini. Kali ini saya akan membahas tentang materi yang kita (saya sih sebenarnya) sering lupa, yaitu bagaimana membaca Kartu Menuju Sehat (KMS) dan menghitung Z score antropometri anak.
Kartu Menuju Sehat
KMS merupakan buku harian seorang anak umur 0-60 bulan (5 tahun). Isinya apa aja sih? Ini dia:
KMS ini ada yang buat anak cewek (pink) ada yg punya anak cowok (biru), jangan sampe kebalik ya. Kalau udah liat gambarnya jadi keliatan simpel kan? Kita tinggal masuk-masukin aja data ke kolom yang sesuai. Nah, nanti tiap bulan, si ibu bakal bawa anaknya buat ditimbang, kita plot ke kurvanya. Setelah kita plot, kita tarik garis antara hasil penimbangan bulan kemarin sama hasil penimbangan bulan ini. Macam garisnya ada 2, yaitu:
- N = naik
- T = tidak naik
- N2 (Normal Growth), kalo tiap bulan BB naik, tapi tetep pada garisnya, kalo di hijau ya hijau lagi, kalo kuning ya kuning lagi
- N1 (Catch Up), Kalo BBnya naik sampe pindah garis, misal kemarin ada di zona kuning, sekarang naik ke hijau
- T1 (Growth Faltering), BBnya naik sih, tapi malah pindah zona di bawahnya
- T2 (Flat Growth), BB bulan kemarin sama bulan ini sama
- T3 (Loss of Growth), BBnya nggak naik malah turun, amit-amit deh ~~~
Z Score
Selain KMS, ada metode lain untuk menilai gizi anak, yaitu dari Z score. Untuk mengisi Z score, kita butuh data BB, TB, dan umur anak. Setelah kita tahu, ada tiga hal yang harus kita hitung:
- BB/Umur
- TB/Umur
- BB/TB atau PB
rumus yang digunakan ini nih:
NIS: Nilai Individual Subjek, nilai hasil pengukuran
NMBR: Nilai Median Baku Rujukan, atau singkatnya nilai median
NSBR: Nilai Simpangan Baku Rujukan, SD upper atau SD lower
Misalnya, anak laki-laki berumur 90 bulan, kita timbang beratnya 30 kg, berarti NIS 30 kg, NSBRnya kita lihat di tabel (24,0), 30 lebih besar daripada 24 berarti kita gunakan SD upper (jika NIS lebih kecil dari NSBR kita gunakan SD lower), berarti nilai NSBR yang kita gunakan 4,2. Perhitungannya jadi begini:
Z score = (30-24)/4,2 = + 1,4 SD
Artinya apa? Kita lihat tabel berikutnya:
![]() |
| Kategori Z score |
Dari hasil perhitungan anak laki-laki tadi masuk ke kelompok -2 s/d +2 SD menurut BB/U, jadi termasuk gizi baik. Untuk TB/U dan BB/TB konsep perhitungannya sama. Setelah kita hitung ketiganya, kita butuh menginterpretasikan data yang kita dapatkan, kita lihat tabel berikutnya:
![]() |
| Interpretasi Z score |
Setelah semuanya selesai, barulah kita dapat mengintrepretasi status gizi anak secara keseluruhan. Sekian dulu artikel kali ini, kita jumpa lagi dalam artikel yang (insya Allah) lebih menarik, sampai jumpa teman-teman :D
Wednesday, September 10, 2014
Science Time!: Mari menghitung kebutuhan kalori sehari-hari!
Halo para pembaca, di postingan sebelumnya, kita tahu bahwa terlalu gemuk tidak baik bagi tubuh, kita juga sudah tahu bagaimana cara menghitung BMI, lalu apa langkah selanjutnya? Untuk mendapatkan kontrol nutrisi kita sehari-hari, kita harus bisa menghitung kebutuhan kalori kita sehari-hari, karena kalau kita kelebihan kalori, kalori tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. Menghitung kebutuhan kalori ada 2 cara, yaitu:- Cara praktis
- Cara ribet
CARA PRAKTIS
Kalau kalian tipe orang yang nggak mau repot, cara ini cocok banget buat kalian, kalian bisa langsung mengunjungi website kalkulator kalori seperti:
- Healty Eater
- freedieting
- medkes
- and many more
Pengen yang lebih portable? download aja aplikasi penghitung kalori di playstore seperti:
CARA RIBET
Jika anda, entah dengan alasan ingin belajar atau nggak sreg bila tidak menghitung sendiri, ingin menghitung secara manual, maka anda dapat mengikuti rumus ini:
1. Hitung dulu BMI seperti yang sudah dijelaskan
2. Hitung BB ideal:
![]() |
| Rumus Broca |
Rumus ini untuk pria dengan tinggi badan > 160 cm dan wanita dengan tingi badan > 150 cm. Kalau tinggi teman-teman kurang dari itu, cukup TB-100 saja, tidak perlu dikali 90%.
3. Hitung kebutuhan kalori basal
Kalori basal maksudnya adalah kebutuhan kalori yang digunakan murni untuk menjalankan fungsi minimal tubuh saat istirahat tanpa melakukan apa-apa. Rumusnya adalah:
Kalori Basal: BBideal x 25 (Untuk wanita)
Kalori Basal: BBideal x 30 (Untuk pria)
4. Hitung kebutuhan tambahan
Setelah tahu kebutuhan kalori basal, kita harus menambahkan kebutuhan kalori, misalnya:
BERDASARKAN AKTIVITAS FISIK
- Ringan (10-20% dari kalori basal): membaca, nyetir mobil, kerja kantoran, jalan kaki, main game
- Sedang (20-30% dari kalori basal): bersih-bersih rumah, jalan cepat, bersepeda (bukan balap sepeda)
- Berat (40-50% dari kalori basal): aerobik, mendaki, tinju, gulat, angkat berat, lari, perang di garis depan, dan olahraga berat lainnya
- 40-59 tahun: -5%
- 60-69 tahun: -10%
- > 70 tahun: -20%
- BB lebih (overweight): -10%
- BB obese: -20%
- BB kurang: +20%
- Hamil: Trimester I, II (+300 kal), trimester III/menyusui (+500 kal)
Simpel kan? cuma kali, tambah, kurang dan kalian bisa menghitung kebutuhan kalori sendiri. Setelah bisa menghitung kalori, terus mau apa? Sudah tentu kita sesuaikan dengan makanan kita sehari-hari. Langkah ini sebetulnya yang paling ribet, karena kita harus menghitung jumlah kalori yang ada dalam makanan. Repotnya lagi, kadang kita nggak tahu ukuran 100 gram nasi putih itu sebetulnya seberapa. Untuk kalian yang belum tahu, silahkan liat tabel di bawah ini:
![]() |
| Ukuran bahan makanan Sumber: Slide karya Cerika Rismayanthi, M.Or |
![]() |
| Sumber: Slide karya Cerika Rismayanthi, M.Or |
![]() |
| Sumber: Slide karya Cerika Rismayanthi, M.Or |
Kalau kalian belum menemukan bahan makanan yang dicari, coba saja kunjungi website ini, atau di website rumushitung. Bagi kalian pemakai smartphone berbasis android, kalian bisa download aplikasi daftar kalori makanan di app store. Sekian dulu informasi dari saya, semoga berguna untuk kita semua. Hidup sehat memang sulit karena banyak yang harus dipertimbangkan, lebih mudah asal makan dan hidup seenaknya, tapi apa kita siap dengan konsekuensi hidup yang "mudah" tersebut? Sampai jumpa semuanya :D
Tuesday, September 2, 2014
Science Time: Anda Gemuk? Waspada Diabetes!
Halo para pembaca, sudah lama sekali saya tidak meng-update isi dari blog ini, maaf ya karena saya kemarin disibukkan dengan UKDI, itu loh exit examnya anak kedokteran se-Indonesia. Kembali ke topik, kali ini saya akan membahas mengenai Diabetes Melitus (DM), penyakit metabolik yang jumlah penderitanya semakin meningkat dari tahun ke tahun, sekarang saja angka penderita penyakit ini sudah menembus 7,6 juta jiwa. Diyakini bahwa jumlah penderita DM akan semakin meningkat karena pola makan serta gaya hidup kita yang semakin tidak karuan. Mudah-mudahan dengan sedikit informasi ini, angka pertumbuhan penyakit Diabetes dapat kita redam bersama-sama :D.
Saya nggak akan membahas mengenai pengertian DM, karena sudah terlampau banyak informasi mengenai hal ini. Ketika saya praktek, pasien-pasien saya juga rata-rata sudah tau mengenai istilah kencing manis atau DM, yang mereka seringkali nggak "ngeh" itu adalah gejala-gejala awalnya, misalnya seperti:
- Sering lapar
- Sering minum
- Sering kencing
Ini yang oleh kami para dokter sebut dengan gejala klasik DM. Selain itu pasien biasa datang kepada kami dengan gejala-gejala seperti:
- Baal/kesemutan/geringgingen di kedua tangan dan kaki
- Luka yang nggak sembuh-sembuh
- "Burung" nggak bisa berdiri
- Gangguan penglihatan
- Letih dan lesu sepanjang hari
DM, terutama DM tipe 2 sangat erat kaitannya dengan life style, kalau anda sering kalap saat makan dan jarang beraktifitas, risiko anda terkena DM meningkat, kalau anda merokok berarti anda 30-40% lebih mungkin terkena DM. Kita bahas dulu tentang obesitas dan DM, karena perokok lebih sulit ditangani.
Jumlah penderita obesitas di Indonesia juga semakin meningkat lho, bahkan Indonesia sekarang menempati peringkat 10 besar penderita obesitas terbanyak di dunia. Wah, jumlah penderita obesitas dan DM di Indonesia sama-sama meningkat nih, kebetulan? Saya rasa tidak. Obesitas erat kaitannya dengan resistensi insulin, dan resistensi insulin merupakan dasar dari DM tipe 2, oh sh#t, why? Kira-kira orang obese tuh kebanyakan apa ya di tubuhnya? Acungan jempol dari saya bagi anda yang menjawab lemak. Lemak dalam tubuh akan disimpan di dalam sel lemak atau sel adiposa, dulu saya hanya tahu kalau sel adiposa tugasnya hanya menyimpan lemak, ternyata sel adiposa ini aktif secara metabolik, mereka mengeluarkan senyawa-senyawa yang dapat meneyabkan terjadinya resistensi insulin. Nah, sel adiposa yang semakin besar akan semakin aktif. Semakin banyak lemak yang disimpan, sel adiposa akan semakin besar dan semakin aktif, dan BOOOM! Resistensi insulin semakin menjadi.
![]() |
| Hubungan sel lemak, resistensi insulin, sampai terjadinya aterosklerosis |
Kita sudah tahu bahwa kegemukan meningkatkan risiko kita terkena DM, lalu bagaimana apa hitungan baku untuk mengetahui bahwa kita itu gemuk atau tidak? Jawabannya adalah dengan BMI/IMT (Body Mass Index/Index Massa Tubuh). Tidak sulit kok untuk menghitungnya. Rumusnya begini nih:
BB: berat badan
TB: Tinggi badan
![]() |
| Kategori IMT/BMI menurut WHO |
Hati-hati pada teman-teman semua yang mempunyai BMI 23-25, walaupun masih tergolong normal atau pre-obese, menurut Prof. dr. Luc F Van Gaal, pakar endokrinologi dari Antwerp, Belgia, risiko terjadinya DM tipe 2 sudah meningkat 2-3x. Penelitian Framingham, yang sejatinya untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit kardiovaskuler juga menemukan bahwa berat badan yang berlebihan dapat mengurangi angka harapan hidup kita, nah lho, masih demen badan gede? Hehehe. Selain mengukur IMT, kita juga bisa mengukur lingkar pinggang, karena peningkatan lingkar pinggar sebanding dengan peningkatan lemak viseral (lemak yang melingkupi organ dalam tubuh dan berperan besar dalam terjadinya resistensi insulin).
![]() |
| Angka harapan hidup orang obese dan overweight |
![]() |
| Hubungan antara lingkar pinggang dan lemak viseral |
Setelah mengetahui itu semua, mari kita mulai hidup lebih baik untuk menjaga kesehatan kita, misalnya dengan menambah aktifitas fisik dan membatasi kalori. Prof Luc juga mengatakan, pada orang dengan Diabetes, sebelum memulai terapi penurunan glukosa darah, bila bisa menurunkan beberapa kilo saja berat badannya, harapan hidupnya juga bertambah. Kapan-kapan akan saya tulis mengenai cara menghitung kalori sehari-hari, sehingga kita bisa memperkirakan dengan lebih tepat kebutuhan kalori kita sehari-hari. Sebetulnya gampang kok kalau kita mau mengurangi konsumsi kalori kita sehari-hari, misalnya:
- Nggak ngemil
- Mengganti minuman manis dengan air putih
- Mengurangi porsi nasi jadi setengahnya sekali makan
- Menambah porsi sayur (walaupun ada sayur yang ternyata memiliki kalori)
- Makan teratur, sehingga cemilan di luar waktu makan dapat dikurangi
Hidup sehat itu sulit karena butuh usaha, tapi percayalah, usaha kita untuk hidup sehat akan sesuai dengan hasilnya, bukan hanya untuk diri kita, tapi juga untuk orang-orang di sekitar kita. Sekian teman-teman semua, mohon maaf jika ada salah kata, mudah-mudahan informasi ini dapat menjadi tambahan pengetahuan untuk kita semua :D
Sumber:
Tempo
Labels:
adiposa,
BMI,
Diabetes,
DM,
IMT,
lemak,
resistensi insulin,
Science Time!
Saturday, May 31, 2014
Science Time!: High Intensity Interval Training, Apaan Tuh?
Berapa banyak dari kita yang tahu tentang manfaat berolahraga? Berapa banyak pula yang tahu tentang hal itu tapi nggak pernah olahraga karena alasan nggak ada waktu? Setelah membaca artikel ini, kalian nggak akan punya lagi alasan untuk absen olahraga.
Dulu, di mata kuliah kedokteran olahraga yang saya ikuti, saya diajarkan bahwa untuk dapat memberikan efek, kita harus berolahraga setidaknya 30 menit dan harus dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu, ingat, itu minimal lho, untuk mendapatkan efek yang lebih, kita diharuskan untuk olahraga lebih lama dan lebih sering.
Untuk golongan orang yang super sibuk, hal ini tergolong sulit untuk dilakukan, tapi bagaimana bila manfaat olahraga 30 menit dapat dicapai dengan olahraga hanya 7 menit? Tentunya kita akan memilih yang lebih singkat bukan? Inilah tujuan diciptakannya "High Intensity Interval Training (HIIT)". Dari penelitian telah diketahui bahwa HIIT rutin dapat meningkatkan pembentukan mitokondria. Mitokondria merupakan bagian sel yang tugasnya seperti tungku, mereka memproses cadangan energi tubuh (termasuk lemak) menjadi energi, jadi bila seseorang mempunyai mitokondria yang banyak, tubuhnya akan makin sering membakar cadangan energi. Selain meningkatkan tingkat pembentukan energi, HIIT juga meningkatkan massa otot dan kemampuan kardiorespirasi, termasuk VO2 max, jadi jika kalian rutin melakukan HIIT, kalian nggak bakal gampang ngos-ngosan deh. Ahli fisiologi, dr. Martin Gibala Ph.D pernah membuat sebuah penelitian, beliau membandingkan efektifitas dari olahraga aerobik konvensional (lari, bersepeda) dan HIIT, aerobik konvensional dilakukan dalam 20 minggu sementara HIIT dilakukan selama 15 minggu. Kelompok yang melakukan HIIT ternyata membakar lemak 900% lebih banyak daripada kelompok aerobik konvensional. HIIT terbukti bisa menjadi olahraga yang tepat bagi teman-teman yang ingin menurunkan berat badan.
Walaupun keliatannya menggiurkan karena hanya butuh waktu relatif singkat per harinya, HIIT ini termasuk olahraga berat lho, saking beratnya, bila diukur dengan skala ketidaknyamanan lewat angka 1-10, HIIT mendapat skala 8. Pertama kali saya mempraktekkan HIIT, duh, kepala saya seperti dipukuli dan diremas. Meskipun berat, teman-teman jangan langsung menyerah sebelum memulai, HIIT ternyata punya tingkatan, dari yang ringan sampai berat, dulu saya hanya tahu yang berat (kombinasi latihan dalam buku OCD), jadinya pontang-panting deh. Berikut ini adalah macam-macam HIIT yang bisa teman-teman praktekkan
Ini varian HIIT yang ada di menu latihan OCD ala Deddy Corbuzier
HIIT, karena memacu detak jantung orang sampai hampir maksimal, membutuhkan jantung yang sehat, jadi untuk teman-teman yang punya penyakit jantung bawaan, gagal jantung, atau pernah mengalami serangan jantung, bila ingin mempraktekkan HIIT hendaknya berkonsultasi dulu dengan dokter masing-masing. Selain jantung yang sehat, HIIT juga membutuhkan keberanian untuk memulai dan ketelatenan. Sekian dulu info dari saya, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua, selamat ber-HIIT ria :D
Sumber:
Thursday, May 15, 2014
Science Time!: Kebanyakan Duduk, Bahaya Nggak Sih?
Berapa jam dalam sehari kita duduk? Mari kita hitung bersama-sama: Sekolah/kerja dari jam 7 pagi sampai jam 2 siang (7 jam dikurangi istirahat 15 menit x 2: 6,5 jam), pulang perjalan di bis/ mobil/ motor (katakanlah perjalanan 30 menit s/d 1 jam), di rumah nyantai sambil ngemil dari jam 3 sore sampai jam 5 sore (2 jam), belajar dari jam 6 sampai jam 8 malam (2 jam), nonton tv lagi dari jam 8 sampai jam 9 (1 jam), lalu tidur. Hitung-hitung ketemulah angka + 12 jam, 8 jam lagi kita habiskan dengan berbaring, dan asumsi 4 jam kita habiskan dengan berdiri. Ini sebenarnya adalah hitungan kasar, juga tidak bisa digunakan untuk semua orang karena tidak semua orang bekerja dengan duduk manis dibalik meja, tapi saya kira cukup untuk menggambarkan keseharian sebagian besar dari kita. Jika para pembaca ada yang kesehariaanya sama seperti ilustrasi kasus di atas, yuk kita sama-sama introspeksi.
Keseharian yang minim aktivitas fisik ternyata diam-diam merusak tubuh lho, kok bisa?! Mari kita bahas bersama. Tubuh itu mempunyai banyak sekali mekanisme untuk menjaga kestabilannya, misalnya jika tubuh kurang "bahan bakar" atau glukosa dan tidak ada asupan glukosa dari luar, tubuh akan memulai mekanisme untuk memecah cadangan glukosa tubuh yang berbentuk glikogen atau gula otot, proses ini disebut sebagai glikolisis. Jika terjadi kelebihan glukosa yang beredar di dalam darah, tubuh akan melepaskan hormon insulin untuk memasukkan glukosa ke dalam "gudang penyimpanan", misalnya otot, sel hati, dan sel lemak, proses ini disebut sebagai glikogenesis. Uniknya, proses ini meningkat saat kita beraktivitas dan menurun bila kita terlalu lama diam, hal ini terjadi karena proses glikogenesis dan glikolisis membutuhkan otot. Otot jadi semacam "tungku" di badan kita, dalam menjalankan aktivitasnya, tungku ini butuh bahan bakar berupa gula, kalau tungkainya sering dipakai, gula dalam tubuh juga rutin dibakar, kalau tungkunya lempeng-lempeng aja, ya bahan bakarnya bakal terus disimpen di gudang dong, kira-kira ilustrasi singkatnya seperti itu. Di bawah ada poster yang berisi fakta-fakta tentang orang yang terlalu banyak duduk, saya ambil dari website howtogeek
Penelitian dr. Quan Long Huynh tahun 2014 di Australia, menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara waktu duduk di akhir minggu terhadap peningkatan risiko terjadinya sindroma metabolik (misalnya diabetes mellitus), dan penyempitan pembuluh darah arteri. Menurut penelitian beliau, satu jam duduk saat akhir pekan dapat meningkatkan risiko terjadinya sindroma metabolik sebesar 5,6% pada pria dan 8,6% pada wanita. Jangan dikira kalau duduk pas hari kerja tidak meningkatkan risiko kejadian sindroma metabolik ya, hanya saja di penelitian ini para responden menganggap duduk saat hari kerja adalah "bekerja", jadi mereka menyamakan aktivitas duduk mereka seperti bekerja aktif, ini jadi salah satu keterbatasan penelitian mereka. Yang lebih mengejutkan, hubungan antara waktu duduk dengan penyempitan pembuluh darah arteri tidak dipengaruhi oleh aktifitas fisik, artinya mau kita olahraga tiap hari, tapi kita tetep banyak duduk, pembuluh darah arteri akan tetap menyempit. Penelitian ini dapat kalian lihat di BMJopen.
Nah, berarti satu-satunya cara untuk mengurangi dampak kelamaan duduk adalah dengan tidak terlalu banyak duduk. Kita harus menambah waktu kita dalam bergerak atau berdiri, berdiri diam ternyata lebih menguntungkan daripada duduk lho teman-teman. Caranya bagaimana? Tips-tips ini dapat kalian ikuti:
- Letakkan laptop di atas lemari kecil, sehingga kita bisa ber-laptop ria sambil berdiri, ingat, lebih baik berdiri dari pada duduk.
- Jika ingin main game, lakukan sambil berdiri.
- Letakkan benda-benda yang sering dipakai agak jauh dari tempat kerja, jadi kita "terpaksa" harus berdiri dan bergerak untuk mengambilnya.
- Lakukan gerakan-gerakan peregangan setelah beberapa saat kerja di balik meja, itung-itung cari inspirasi :D.
Sekian info dari saya, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, sampai jumpa semuanya :D
Monday, May 5, 2014
Science Time!: Obesitas dan Susah Tidur, Apa Hubungannya?
Salah satu gangguan tidur yang sering dijumpai, seiring semakin banyaknya orang-orang dengan obesitas, adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA), makhluk apa ini? OSA merupakan gangguan tidur yang disebabkan karena saat tidur, jalan nafas kita tertutup, ini menyebabkan proses pernapasan saat tidur menjadi terganggu, sering mendengkur, akhirnya kita jadi sering terbangun atau saat bangun kita bukannya menjadi segar, malah semakin capek. Kita menjadi tidak bertenaga dalam berkegiatan, sering mengantuk di siang hari, dan kurang konsentrasi.
Kelihatan pernah mengalami kejadian serupa atau sedang mengalaminya? Coba lihat kaca dulu. Apakah pinggang sudah mulai melebar? Perut mulai membuncit? Wah jangan-jangan anda mengalami OSA karena obesitas nih. Loh apa hubungannya OSA sama obesitas? Ada dong. Kalau seseorang mengalami kegemukan, atau lebih parah lagi obesitas, orang tersebut akan mengalami penumpukan jaringan lemak, padahal jaringan lemak ini ada di berbagai tempat, nggak cuma di perut, tapi juga leher. Penumpukan jaringan lemak di leher ini bisa mempersempit jalan nafas, dan mendesak lidah posisinya menjadi lebih ke belakang, jika kita berbaring, maka PLUK! Lidah jatuh dengan mudahnya dan menutup jalan nafas kita.
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi OSA? Langkah-langkah ini bisa anda pertimbangkan:
1. Hubungi dokter
2. Kurangi berat badan. Percayalah, mungkin sulit untuk dilakukan, tapi ini harus, anda tidak bisa membiarkan hidup anda terus tersiksa
3. Tidur dengan posisi miring. Cukup membantu membuka jalan nafas sementara anda terus berusaha untuk mengurangi berat badan
4. Atur pola makan. Ada baiknya anda mengurangi konsumsi kopi, apalagi pada malam hari. Hitung kebutuhan kalori anda, perbanyak sayuran dan buah segar. Atur menu makanan sehingga anda mendapatkan asupan protein dan lemak lebih banyak pada pagi dan siang hari, dan lebih banyak karbohidrat saat malam hari, kenapa kok begitu? Tunggu artikel saya selanjutnya ya :D.
Sebagian besar kasus OSA bisa diselesaikan tanpa obat-obatan, jadi jangan buru-buru mengkonsumsi suplemen-suplemen nggak jelas dulu. Sekian artikel saya kali ini, semoga bermanfaat untuk teman-teman semua :D
Sunday, February 23, 2014
Science Time!: Mengenal Pre Eklampsia
Pernahkah teman-teman semua mendengar tentang pre eklampsia? Belum? Kalau keracunan kehamilan? Istilah ini mungkin lebih familiar ya di telinga teman-teman. Ini kondisi yang nggak bisa dianggap enteng lho, pre eklampsia bila tidak ditangani dengan tepat dapat berujung dengan kematian. Untuk menghindari pre eklampsia, mari kita kenalan lebih jauh dengan penyakit ini.
Pre eklampsia merupakan keadaan dimana terjadi kenaikan tekanan darah pada umur kehamilan 20 minggu ke atas disertai dengan adanya protein pada air kencing penderita. Dari definisi ini, kita bisa mengetahui bahwa ibu sebenarnya tidak mempunyai sakit darah tinggi sebelum hamil sampai umur 20 minggu, mereka sebelum hamil dan saat awal-awal kehamilan "lempeng-lempeng" aja, tensinya normal. Lalu bagaimana kita tahu ada protein di air kencing? Itulah kegunaan dari pemeriksaan selama kehamilan, atau yang rekan-rekan medis sebut sebagai "ante natal care", penting banget nih, untuk ibu-ibu, jangan suka bolos ANC ya :D.
Ternyata pre eklampsia punya tingkatan lho berdasarkan nilai tekanan darahnya, yaitu:
- Ringan: ≥ 140/90 mmHg
- Berat: ≥ 160/110 mmHg
Pastikan anda diperiksa oleh tenaga medis yang terlatih ya agar pengukuran tekanan darah tepat. Pre eklampsia dalam perjalanannya dapat memberat lho, tidak menetap dalam satu tingkat saja, bahkan bisa disertai kejang. Bila sudah terjadi kejang, maka penyakit ini disebut eklampsia. Bila pre eklampsia disertai dengan kerusakan hati, sel darah merah, dan penurunan trombosis, maka disebut sebagai sindroma HELLP (Hemolysis, Elevated Liver Enzyme, Low Platelets Count)
BAHAYANYA
Lalu kenapa sih kok kondisi ini berbahaya? Karena bisa berakibat buruk pada janin dan ibunya, mari kita bahas satu per satu:
- Pada janin: Bisa terjadi keadaan intrauterine growth restriction (IUGR), yaitu janin tidak dapat tumbuh dengan optimal dalam rahim karena terganggunya aliran darah plasenta yang membawa nutrisi untuk janin. Yang lebih parah, karena tingginya tekanan darah, plasenta dapat terlepas dari perlekatannya di dalam rahim, akibatnya janin dapat meninggal dalam rahim, bahkan nyawa sang ibu dapat terancam karena terjadi perdarahan dalam jumlah banyak dalam rahim.
- Pada ibu: pre eklampsia pada ibu akibatnya sangat banyak dan nggak ada yang bagus, mulai dari nyeri kepala, gangguan penglihatan, kejang, stroke perdarahan, edema paru (penumpukan cairan dalam paru), gangguan pembekuan darah, gagal jantung, sampai kematian.
FAKTOR RISIKO
Apa sih yang menyebabkan seseorang menjadi lebih berisiko untuk mengalami pre eklampsia? Silahkan baca lebih lanjut:
- Pertama kali hamil.
- Mengandung lebih dari satu janin (kembar 2, 3, dst)
- Diabetes Mellitus (kencing manis)
- Bayi yang dikandung besar
- Umur yang ekstrim, kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun
- Riwayat keluarga pernah mengalami pre eklampsia/eklampsia
- Obesitas
- Suami ibu pernah mempunyai istri yang hamil dengan riwayat pre eklampsia
Pre eklampsia merupakan penyakit yang belum jelas penyebabnya, rekan-rekan medis memasukkan penyakit ini dalam golongan "disease of theory" saking banyaknya teori yang berkembang mengenai penyakit ini tetapi belum ada yang bisa menjelaskannya dengan pasti. Teori yang berkembang mengatakan bahwa ibu dapat mengalami pre eklampsia karena reaksi imun antara sperma ayah dengan sistem imun ibu, karena itu para ibu harus tahu ya kalau suaminya dulu sudah pernah menikah, apalagi istrinya dulu pernah hamil dengan pre eklampsia. Ada lagi teori yang mengatakan bahwa terjadi reaksi imun antara ibu dan janin, ada juga teori yang mengatakan bahwa plasenta bayi mengeluarkan radikal bebas yang merusak pembuluh darah ibu, dan seterusnya.
PENCEGAHAN
Ini yang paling penting, mencegah lebih baik dari pada mengobati, banyak yang bisa kita lakukan untuk mencegah kondisi ini, tetapi bila sudah terjadi, ibu hanya bisa pasrah pada Tuhan dan dokter yang menjadi perpanjangan tangan-Nya, Jadi apa saja yang bisa dilakukan untuk menghindari kondisi ini? Ini tips dari saya:
- Batasi kehamilan: ini sebenarnya yang paling penting, pre eklampsia hanya terjadi bila ibu hamil, bila nggak hamil ya nggak bakal kena pre eklampsia, apalagi bila ibu punya riwayat hamil dengan pre eklampsia, wah ini hukumnya sudah wajib dilakukan. Bukannya saya menggurui dengan melarang ibu untuk tidak hamil, saya tahu ini hak para ibu, tapi apakah ibu memikirkan bagaimana masa depan anak-anak ibu bila terjadi sesuatu pada ibu karena pre eklampsia? Ingat, jarang para pria yang tahan hidup sendiri membesarkan anak-anak, dan lebih jarang lagi ibu tiri yang kasih sayangnya menyamai ibu kandung :D. Batasi kehamilan dengan alat kontrasepsi ya, jangan hanya menggunakan tanggalan, angka keberhasilannya sangat rendah.
- Jangan hamil terlalu muda dan jangan hamil terlalu tua, kira-kira ya antara umur 20-35 tahun saja.
- Hindari obesitas, jangan biarkan tubuh anda semakin membesar, tentu saja ini dilakukan sebelum hamil, bayangkan bila anda sudah terlampau "besar" sebelum hamil, anda mau jadi apa nanti saat hamil? Ingat, berat badan anda akan semakin meningkat saat hamil. Jangan lakukan pembatasan jumlah kalori saat hamil kecuali sudah dikonsultasikan dengan dokter ya.
- Rajin-rajinlah kontrol kehamilan ya, agar dokter dapat mengetahui keadaan kehamilan anda :D.
Sekian penjelasan saya mengenai pre eklampsia, semoga apa yang saya tulis ini dapat berguna bagi teman-teman semua, khususnya para ibu yang sedang merencanakan kehamilannya. Sebelum saya tutup, saya ingin menyampaikan pesan dari salah satu guru ilmu kandungan saya, beliau mengatakan bahwa slogan BKKBN yang berbunyi "2 anak cukup" sekarang sudah tidak mengena di hati masyarakat, harusnya slogan itu dirubah menjadi "jangan hamil bila tidak ada kepentingannya!" lebih tegas! Hahaha, mungkin terkesan galak, tapi percayalah, beliau sudah sering menjumpai para ibu yang "tidak bertanggung jawab", mereka terus hamil padahal anak-anaknya tidak terurus, pada umur yang terlalu muda sehingga menimbulkan kesulitan yang amat dashyat dalam persalinannya, mereka hamil pada umur yang terlalu tua sehingga sering timbul kecacatan pada bayinya, bahkan nyawa ibu sering tidak tertolong karena terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam persalinannya.
Bijaklah dalam berkeluarga, kehadiran seorang anak memang pelita dalam keluarga, namun keluarga lengkap dan berkualitas akan menjaga pelita tersebut tetap terang sehingga akan muncul lebih banyak pelita-pelita baru untuk menerangi negeri ini :D
Untuk teman-teman koass ada catatan yang saya buat untuk memudahkan kita belajar, silahkan donwload
semoga membantu :D
Friday, February 7, 2014
Science Time!: What We Talk When We Talk about Cell: Pertumbuhan Sel
![]() |
| Siklus Sel |
Sebelum kita pergi lebih jauh, kita sepakat dulu ya, kalau yang akan kita bahas di sini adalah pertumbuhan sel EUKARIOTIK atau sel bernukleus, untuk prokariotik akan kita bahas bila ada kesempatan. Seperti manusia yang menjalani berbagai fase dalam pertumbuhannya, bagian terkecil tubuh kita, sel, juga menjalani berbagai fase dalam pertumbuhannya. Supaya kita lebih mudah memahami fase-fase pertumbuhan sel, mari kita analogikan fase-fase tersebut:
1. Tahap G1 (first Gap)
Tahap ini ibarat anak kecil yang sedang aktif-aktifnya, mereka ribut, makan apa saja, corat coret dinding, pokoknya ribut deh. Sel dalam fase ini juga begitu, tahap metabolisme mereka meningkat, tambah besar, mereka juga membuat berbagai "benda" dan "kerajinan", yaitu organel (organ sel) serta protein dan enzim. Kenapa sih sel-sel ini aktif banget? Mereka mau mempersiapkan diri untuk menjalani pembelahan sob. Sintesis RNA berlangsung dari tahap ini. Karena banyak yang harus mereka persiapkan, fase ini merupakan fase terlama dari siklus sel.
2. Tahap S (synthetic)
Pada tahap ini, sel sudah puas dengan kenikmatan dunia, sekarang yang mereka pikirkan adalah "apa yang harus aku tinggalkan untuk dunia?", tahap ini adalah jawabannya, mereka membuat "warisan" untuk dunia yang berisi "sari pati" kehidupan mereka, mereka tuliskan ini pada memoar yang berisi cara mereka hidup, apa tugas mereka selama hidup, dan apa mereka sebenarnya. Memoar inilah yang kita sebut DNA. Kumpulan memoar kemudian dijilid menjadi buku yang bernama kromatin. Sebenarnya mereka tidak benar-benar membuat kromatin dari awal, mereka mengkopi kromatin yang mereka dapatkan dari pendahulu mereka. Tapi mereka tidak hanya bertugas mengkopi satu buku kromatin, mereka harus mengkopi sebuah perpustakaan dengan berjuta-juta buku kromatin di dalamnya, perpustakaan itu bernama kromosom. Jangan pikirkan mereka hanya bertugas mengkopi satu kromosom, mereka harus mengkopi 23 pasang gedung kromosom yang penuh dengan buku. Mereka butuh konsentrasi penuh untuk mengkopi lembar demi lembar DNA, tidak boleh ada 1 lembar pun yang rusak, hal ini menyebabkan sel menjadi sangat rawan gangguan pada masa ini, misalnya oleh patogen atau zat kimia "jahat" yang mengganggu metabolisme sel.
Bila ada 1 lembar saja DNA yang salah kopi, hal ini berpotensi untuk menghasilkan sel mutan yang bernama sel kanker. Jika terbentuk sel kanker, maka tugas sel Natural killer untuk "terpaksa" menghancurkannya, namun, bila sel kanker ini tidak diketahui pada masa awal, mereka akan membelah semakin tidak terkendali dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Sel kanker ini akan kita bahas lain kali.
3. Tahap G2 (Second Gap)
Fase ini adalah fase persiapan terakhir untuk persiapan pembelahan sel, ibaratnya adalah gladi bersih, mereka mengkoordinasikan segala sesuatu dan membagi organel-organel. Bila sebuah sel merasa kurang besar ukurannya untuk membelah, maka inilah kesempatan terakhir mereka untuk membesarkan badan. Saat mereka merasa benar-benar siap, maka mereka akan mulai membelah.
4. Tahap G0 (Zero Gap)
Sel yang masuk pada fase ini berarti baru saja membelah, mereka sedang santai, beristirahat sejenak untuk mengulangi tahapan-tahapan yang sama dengan pendahulunya. Selayaknya manusia yang sedang bersantai, laju metabolisme mereka juga sedang lambat-lambatnya.
Begitulah penjelasan singkat mengenai fase-fase pertumbuhan sel, semoga informasi ini berguna untuk teman-teman semua. Untuk lebih jelasnya silahkan perbanyak bacaan dari jurnal atau buku teks ya teman-teman :D
Sumber:
- Biologi Sel karya dr. Juwono dan dr. Achmad Zulfa Juniarto
Thursday, January 30, 2014
Science Time!: Sistem Kekebalan Tubuh dari sudut Pandang Game
Untuk posting kali ini ane bakal menceritakan tentang sistem pertahanan tubuh kita, tapi kita hubungkan dengan game supaya ceritanya semakin menarik, hehehe.
![]() |
| Sistem imun |
Labels:
antigen,
imunitas,
komplemen,
makrofag,
natural killer,
patogen,
Science Time!,
sel b,
sel t,
sitokin
Wednesday, January 29, 2014
Science Time!: Ayo Belajar Menulis Resep (Ovulae)
Baik, mari kita lanjut ke pembuatan resep yang ketiga, yaitu ovulae (supositor vagina), betul sob, obat ini dimasukkan lewat vagina. Bentuknya runcing di salah satu sisi dan tumpul di sisi satunya, cara menggunakannya pun tidak sembarangan, ujung yg menghadap ke sisi uterus adalah yang tumpul, hal ini dimaksudkan supaya ovulae tidak gampang keluar. Lalu bagaimana peresepannya? Mari kita cari tahu :D
Tuesday, January 28, 2014
Science Time!: Ayo Belajar Menulis Resep (Obat salep Mata)
Sekarang kita akan bahas tentang peresepan obat salep mata. Obat salep mata merupakan salah satu obat luar, jadi dalam memberikan signatura kita harus jelas menuliskan obat ini memang diteteskan di mata.
Labels:
achromycin,
Farmasi,
Kedokteran,
mata,
Obat,
Resep,
salep,
Science Time!,
tetracyclin
Thursday, January 23, 2014
Science Time!: Ayo Belajar Menulis Resep (Puyer)
Ditengah-tengah hujan ini mari kita saling bertukar ilmu lagi, kali ini tentang puyer atau bahasa latinnya adalah pulveres, di sini nanti kita juga akan belajar dari kesalahan resep yang telah saya buat. Kali ini saya tidak menyertakan kasus karena soal yang diberikan pada saya cuma "buatlah resep dengan dari obat berikut ini untuk Sartono (10 tahun).
Obat yang harus diresepkan adalah:
1. ampicillin
2. Doveri pulvis
3. Antalgin
4. Pehaclor
5. Pehacort
Mari kita taklukkan satu persatu!
1. Ampicillin
selalu ya bro, kalau mau buat resep kita harus tahu dosis lazim dan dosis maksimal obat yang mau kita resepkan
Dosis Lazim: 50-100 mg/kg/BB/hari, obat ini dikonsumsi tiap 6 jam (4 kali)
perhitungan taksiran berat normal anak menurut umur: 9 + (n-1) x 2 = 9 + (10-1) x 2 = 27 kg
biar gampang mari kita buat berat badannya: 30 kg
Untuk praktek kedokteran sehari-hari jangan kebanyakan dipakai ya, hitung bener-bener berat badan pasien.
Untuk praktek kedokteran sehari-hari jangan kebanyakan dipakai ya, hitung bener-bener berat badan pasien.
Dosis Lazim anak 10 tahun sehari: 50 x 30 - 100 x 30 = 1500 mg - 3000 mg
Dosis Lazim anak 10 tahun sekali: 1500/4 - 3000/4 = 375 mg - 750 mg
Dosis Maksimal (DM): - /4 g
Dosis maksimal bisa dilihat di Farmakope Indonesia
Dosis Maksimal yang tertera ini adalah DM dewasa, lalu apakah untuk anak umur 10 tahun nggak punya DM? Sob, hidup nggak sebaik itu sama kita. DM buat anak harus ditentukan, tapi tenang, ada rumus yang sudah dibuat sama pak Young, rumusnya adalah:
n disini adalah umur pasien dalam tahun, rumus ini nggak bisa dipakai untuk anak umur < 1 tahun ya, ada rumusnya sendiri, kapan-kapan kita bahas.
Dosis maksimal bisa dilihat di Farmakope Indonesia
Dosis Maksimal yang tertera ini adalah DM dewasa, lalu apakah untuk anak umur 10 tahun nggak punya DM? Sob, hidup nggak sebaik itu sama kita. DM buat anak harus ditentukan, tapi tenang, ada rumus yang sudah dibuat sama pak Young, rumusnya adalah:
![]() |
| rumus penting nih |
Perhitungan DM sehari: 10/22 x 4000 = 1818,18 mg
misal kita mau ngasih Dosis Terapi (DT) sekali: 450 mg
berarti DT sehari: 450 mg x 4 = 1800 mg
DT/DM: 1800/1818,18 x 100% = 99,000099 %
fyuuh, nggak melewati dosis maksimal, sip dah, mari kita lanjut ke obat kedua
2. Doveri pulvis
Namanya di Farmakope Indonesia (FI) adalah opii pulvis compositum, si doi fungsinya sebagai antitusive
DL sekali: 100 mg - 150 mg
DL sehari: 200 mg - 450 mg
DM: 1,5/5 g
DM sekali: 10/22 x 1500 = 681, 8 mg
DM sehari: 10/22 x 5000 = 2272, 7 mg
misal DT sekali: 100 mg
DT sehari jadi: 4x100 mg
DT/DM sekali: 100/681,8 x 100% = 14, 66%
DT/DM sehari: 400/2272,7 x 100% = 17, 6%
alright! beres sudah obat kedua, lanjut bro!
3. Antalgin
Nama si doi di FI adalah metampyronum, untuk meredakan sakit kepala
DL sekali: 20 mg - 300 mg
DL sehari: 600 mg - 1200 mg
DM: -/-
asik nggak ada DMnya, kita langsung kasih aja
DT sekali: 200 mg
DT sehari: 200 x 4 = 800 mg
bentar lagi selesai bro, jangan menyerah dulu! semangse!
4. Pehaclor
Namanya di FI Chlorpheniramine Maleat, terkenal dengan nama dagang CTM, berguna untuk meredakan gejala alergi, pehaclor punya sediaan tablet, isinya chlorpheniramine maleat 4 mg
DL sehari: 0,35 mg/kg = 0,35 x 10 = 10,5 mg
DL sekali: 1/4 x 10,5 = 2, 625 mg
DM: -/40 mg
DM sehari buat anak 10 tahun: 10/22 x 40 mg = 18,18 mg
misal DT sehari: 8 mg
DT sekali: 8 : 4 = 2 mg
DT/DM: 8/18,18 x 100% = 44, 004%
yeah! Satu lagi sob! Hajar!
5. Pehacort
Pehacort ini isinya prednison, fungsinya untuk antiinflamasi, 1 tablet isinya 5 mg prednison
DL sehari: 1 mg/kg - 2 mg/kg = 1 x 30 - 2 x 30 = 30 mg - 60 mg
DL sekali: 1/4 x 30 - 1/4 x 30 = 7,5 mg - 15 mg
DM: -/-
langsung tentukan DT
DT sekali: 10 mg
DT sehari: 40 mg
Selesai sudah perhitungan dosisnya, kita mulai menyusun resepnya
![]() |
| Resepnya sob |
1. Obat tuh nggak enak, kasih zat untuk memperbaiki rasanya, namanya saccharin, ini wajib buat anak-anak, besarnya berapa? Kalau pasiennya normal, nggak punya Diabetes, kita serahkan pada rekan apoteker, kalau ada bisa kita tentukan, misalnya 1/2 tab, 1/4 tab
2. Pada praescriptio kita tuliskan: m. f pulv dtd No (mau bikin berapa), ini kepanjangan dari misce fac pulveres da tales dosis numero..., artinya "tolong buat dan campur puyer ini sesuai dengan takaran yang sudah disebutkan di atas sebanyak...."
3. Selalu ya sob, kalau meresepkan antibiotik, berikan dengan hitungan jam, jangan cuma 1 kali sehari, 2 kali sehari, 3 kali sehari
3. Kenapa sih pake buat 2 puyer? Nah, saya berpikir bahwa antibiotik harus diminum sampai habis, sedangkan obat simptomatisnya kalau sudah tidak dibutuhkan ya tidak usah dilanjutkan
Nah, disinilah kesalahannya, untuk obat yang pada signaturanya ditulis p.r.n (pro re nata), obatnya harus tunggal sob, sedangkan coba lihat di resep, ada 4 obat yang dicampur jadi satu, pro re nata artinya bila perlu, kita harus tulis juga kapan obat ini masih diminum, misalnya:
p.r.n (bila suhu masih lebih dari sama dengan 38 derajat celcius)
p.r.n (bila masih nyeri)
p.r.n (bila pusing)
Kalau dicampur, ya jelas salah dong wong fungsi obatnya beda-beda, kok disamakan
Kalau mau, satu puyer isinya satu obat, tetapi konsekuensinya ya puyer yang harus diminum jadi banyak.
Sekian posting saya kali ini, semoga bermanfaat buat teman-teman semua, semoga sukses!
Semangat sob!
IINDEX
m.f = misce fac (campur dan buat)
pulv = pulveres (puyer)
dtd = da tales dosis (berikan dengan dosis seperti tersebut di atas)
o. 6h = omni 6 hora (setiap 6 jam)
d.d = de die (tiap hari)
p.r.n = pro re nata (bila perlu)
Tuesday, January 21, 2014
Science Time!: Ayo Belajar Bikin Resep (Tablet)
Rekan-rekan dokter muda, setelah masuk di bagian farmasi, saya baru tahu kalau menulis resep itu nggak mudah, banyak yang harus dipikirkan dalam meresepkan sebuah obat, dari mulai obat yang diresepkan, kondisi pasien, dan tentu saja penyakit pasien, tetapi ini tidak akan saya bahas, karena bahan-bahan postingnya belum ada, hehehe, sementara, mari kita lihat salah satu contoh resep dari kasus fiktif ini :D
Kasus: seorang wanita 50 tahun dengan penyakit rematik kronis, datang pada anda, seorang dokter umum, dia mengeluhkan nyeri yang sering timbul pada dini hari.
Tuliskan diagnosis dan tulis resepnya
Dengan terbatasnya informasi soal, jangan harap kita bisa menuliskan resep yang rasional, tapi sebisa mungkin kita membuat resep yang "mendekati" rasional. Pasien diketahui menderita rematik kronis, sehingga kita berasumsi bahwa dia sudah mendapat obat rematik dari dokter penyakit dalam dan datang kepada kita semata-mata karena obat analgesiknya habis, so mari kita atasi rasa sakitnya
DIAGNOSIS
Pasien penderita rematik kronis dengan nyeri saat dini hari, kita "berasumsi" bila pasien menderita rheumatoid arthritis, kita lihat dari karakteristik sakitnya, hehehe, kita kan nggak bisa PF, ya mau gimana lagi :D
PILIHAN OBAT
Kita berikan analgesik dari golongan NSAID inhibitor COX non selektif namanya piroxicam, BSO (bentuk sediaan obat) tablet 10 mg, kalian cari sendiri ya dari pabrik mana, saya kan bukan mau promosi :D
DOSIS
Dosis Lazim: 20 mg sekali sehari
Dosis maksimal: obat ini nggak punya dosis maksimal, cek aja di Farmakope Indonesia
Dosis Terapi: 2 tablet
Rencana pemberian: s 1 dd tab 2 diminum sehabis makan saat malam hari selama 10 hari
Kenapa sehabis makan? Ingat, ini NSAID, obat ini berisiko menyebabkan tukak lambung lho
Kenapa malam hari? karena keluhannya saat malam hari
RESEP
![]() |
| Resepnya bro |
EDUKASI
- Jangan lupa bilang ke pasien, kalau terjadi lepuh-lepuh di kulit tanpa trauma yang jelas setelah meminum obat, segera hentikan konsumsi obat dan kembali ke dokter
- Berikan rujukan ke dokter penyakit dalam
- Obat diminum sekali dua tablet setelah makan malam
Tentu saja semua itu dengan bahasa pasien
Sekian resep kali ini, terima kasih sudah datang, semoga bermanfaat :D
INDEX
S: Signa (tandailah)
dd: de die (tiap hari)
p.c: post coenam (setelah makan)
o.n: omni nocte (saat malam hari)
Labels:
Farmasi,
Kedokteran,
Obat,
Resep,
Science Time!
Sunday, January 19, 2014
Play Time!: Membeli Game Original
Well, setelah mata, hati, dan pikiran kita terbuka, sekarang bersiap-siap untuk membeli game original. Sebenarnya banyak sekali penyedia game original di internet atau di dunia nyata, tapi bukan lapak-lapak sembarangan di mall ya, itu sih sama saja dengan bajakan. Distributor yang menyediakan banyak kemudahan dalam melakukan transaksi adalah Steam, jadi saya sarankan untuk beli dari sini, sebenarnya ada lagi yang distributor yang bagus, yaitu Desura, tapi transaksinya ribet, jadi kita bahas lain kali.
Sunday, November 10, 2013
Science Time!: koass, otak, dan medulla spinalis
Bagaimana akhir minggu kalian teman-teman? Apakah menyenangkan, ijinkan aku untuk membuat akhir minggu kalian lebih menyenangkan. Kali ini aku akan menceritakan tentang pengalaman pribadi seorang koass menghadapi tekanan spv, sebelumnya, mari kita buka kisah ini dengan sebuah meme ilustrasi:
Subscribe to:
Posts (Atom)



























