Baru-baru ini para peneliti telah membuktikan efektivitas dari senyawa nicotinamide riboside (NR) yang mirip dengan vitamin B3 guna meningkatkan metabolisme dan memperbaiki kerja dari sel punca.
Showing posts with label Obat. Show all posts
Showing posts with label Obat. Show all posts
Tuesday, May 3, 2016
Saturday, April 11, 2015
Science Time!: Obat Darah Tinggi Merusak Ginjal? Apa Iya?
Seringkali saya mendengar pasien atau keluarga yang mempunyai penyakit darah tinggi nggak mau untuk minum obatnya secara rutin. Salah satu alasan yang saya cermati adalah karena menurut mereka, obat darah tinggi merusak ginjal. Loh, masak sih? Perasaan waktu saya pendidikan dokter dulu nggak ada nih, atau saya yang tidur waktu dijelasin ya? Wahahaha. Pemahaman yang salah tentang suatu penyakit atau cara pengobatannya terkadang menjadi lebih berbahaya dari penyakit itu sendiri. Supaya kita sama-sama jelas mengenai darah tinggi dan pengobatannya, mari kita belajar.
Wednesday, January 29, 2014
Science Time!: Ayo Belajar Menulis Resep (Ovulae)
Baik, mari kita lanjut ke pembuatan resep yang ketiga, yaitu ovulae (supositor vagina), betul sob, obat ini dimasukkan lewat vagina. Bentuknya runcing di salah satu sisi dan tumpul di sisi satunya, cara menggunakannya pun tidak sembarangan, ujung yg menghadap ke sisi uterus adalah yang tumpul, hal ini dimaksudkan supaya ovulae tidak gampang keluar. Lalu bagaimana peresepannya? Mari kita cari tahu :D
Tuesday, January 28, 2014
Science Time!: Ayo Belajar Menulis Resep (Obat salep Mata)
Sekarang kita akan bahas tentang peresepan obat salep mata. Obat salep mata merupakan salah satu obat luar, jadi dalam memberikan signatura kita harus jelas menuliskan obat ini memang diteteskan di mata.
Labels:
achromycin,
Farmasi,
Kedokteran,
mata,
Obat,
Resep,
salep,
Science Time!,
tetracyclin
Thursday, January 23, 2014
Science Time!: Ayo Belajar Menulis Resep (Puyer)
Ditengah-tengah hujan ini mari kita saling bertukar ilmu lagi, kali ini tentang puyer atau bahasa latinnya adalah pulveres, di sini nanti kita juga akan belajar dari kesalahan resep yang telah saya buat. Kali ini saya tidak menyertakan kasus karena soal yang diberikan pada saya cuma "buatlah resep dengan dari obat berikut ini untuk Sartono (10 tahun).
Obat yang harus diresepkan adalah:
1. ampicillin
2. Doveri pulvis
3. Antalgin
4. Pehaclor
5. Pehacort
Mari kita taklukkan satu persatu!
1. Ampicillin
selalu ya bro, kalau mau buat resep kita harus tahu dosis lazim dan dosis maksimal obat yang mau kita resepkan
Dosis Lazim: 50-100 mg/kg/BB/hari, obat ini dikonsumsi tiap 6 jam (4 kali)
perhitungan taksiran berat normal anak menurut umur: 9 + (n-1) x 2 = 9 + (10-1) x 2 = 27 kg
biar gampang mari kita buat berat badannya: 30 kg
Untuk praktek kedokteran sehari-hari jangan kebanyakan dipakai ya, hitung bener-bener berat badan pasien.
Untuk praktek kedokteran sehari-hari jangan kebanyakan dipakai ya, hitung bener-bener berat badan pasien.
Dosis Lazim anak 10 tahun sehari: 50 x 30 - 100 x 30 = 1500 mg - 3000 mg
Dosis Lazim anak 10 tahun sekali: 1500/4 - 3000/4 = 375 mg - 750 mg
Dosis Maksimal (DM): - /4 g
Dosis maksimal bisa dilihat di Farmakope Indonesia
Dosis Maksimal yang tertera ini adalah DM dewasa, lalu apakah untuk anak umur 10 tahun nggak punya DM? Sob, hidup nggak sebaik itu sama kita. DM buat anak harus ditentukan, tapi tenang, ada rumus yang sudah dibuat sama pak Young, rumusnya adalah:
n disini adalah umur pasien dalam tahun, rumus ini nggak bisa dipakai untuk anak umur < 1 tahun ya, ada rumusnya sendiri, kapan-kapan kita bahas.
Dosis maksimal bisa dilihat di Farmakope Indonesia
Dosis Maksimal yang tertera ini adalah DM dewasa, lalu apakah untuk anak umur 10 tahun nggak punya DM? Sob, hidup nggak sebaik itu sama kita. DM buat anak harus ditentukan, tapi tenang, ada rumus yang sudah dibuat sama pak Young, rumusnya adalah:
![]() |
| rumus penting nih |
Perhitungan DM sehari: 10/22 x 4000 = 1818,18 mg
misal kita mau ngasih Dosis Terapi (DT) sekali: 450 mg
berarti DT sehari: 450 mg x 4 = 1800 mg
DT/DM: 1800/1818,18 x 100% = 99,000099 %
fyuuh, nggak melewati dosis maksimal, sip dah, mari kita lanjut ke obat kedua
2. Doveri pulvis
Namanya di Farmakope Indonesia (FI) adalah opii pulvis compositum, si doi fungsinya sebagai antitusive
DL sekali: 100 mg - 150 mg
DL sehari: 200 mg - 450 mg
DM: 1,5/5 g
DM sekali: 10/22 x 1500 = 681, 8 mg
DM sehari: 10/22 x 5000 = 2272, 7 mg
misal DT sekali: 100 mg
DT sehari jadi: 4x100 mg
DT/DM sekali: 100/681,8 x 100% = 14, 66%
DT/DM sehari: 400/2272,7 x 100% = 17, 6%
alright! beres sudah obat kedua, lanjut bro!
3. Antalgin
Nama si doi di FI adalah metampyronum, untuk meredakan sakit kepala
DL sekali: 20 mg - 300 mg
DL sehari: 600 mg - 1200 mg
DM: -/-
asik nggak ada DMnya, kita langsung kasih aja
DT sekali: 200 mg
DT sehari: 200 x 4 = 800 mg
bentar lagi selesai bro, jangan menyerah dulu! semangse!
4. Pehaclor
Namanya di FI Chlorpheniramine Maleat, terkenal dengan nama dagang CTM, berguna untuk meredakan gejala alergi, pehaclor punya sediaan tablet, isinya chlorpheniramine maleat 4 mg
DL sehari: 0,35 mg/kg = 0,35 x 10 = 10,5 mg
DL sekali: 1/4 x 10,5 = 2, 625 mg
DM: -/40 mg
DM sehari buat anak 10 tahun: 10/22 x 40 mg = 18,18 mg
misal DT sehari: 8 mg
DT sekali: 8 : 4 = 2 mg
DT/DM: 8/18,18 x 100% = 44, 004%
yeah! Satu lagi sob! Hajar!
5. Pehacort
Pehacort ini isinya prednison, fungsinya untuk antiinflamasi, 1 tablet isinya 5 mg prednison
DL sehari: 1 mg/kg - 2 mg/kg = 1 x 30 - 2 x 30 = 30 mg - 60 mg
DL sekali: 1/4 x 30 - 1/4 x 30 = 7,5 mg - 15 mg
DM: -/-
langsung tentukan DT
DT sekali: 10 mg
DT sehari: 40 mg
Selesai sudah perhitungan dosisnya, kita mulai menyusun resepnya
![]() |
| Resepnya sob |
1. Obat tuh nggak enak, kasih zat untuk memperbaiki rasanya, namanya saccharin, ini wajib buat anak-anak, besarnya berapa? Kalau pasiennya normal, nggak punya Diabetes, kita serahkan pada rekan apoteker, kalau ada bisa kita tentukan, misalnya 1/2 tab, 1/4 tab
2. Pada praescriptio kita tuliskan: m. f pulv dtd No (mau bikin berapa), ini kepanjangan dari misce fac pulveres da tales dosis numero..., artinya "tolong buat dan campur puyer ini sesuai dengan takaran yang sudah disebutkan di atas sebanyak...."
3. Selalu ya sob, kalau meresepkan antibiotik, berikan dengan hitungan jam, jangan cuma 1 kali sehari, 2 kali sehari, 3 kali sehari
3. Kenapa sih pake buat 2 puyer? Nah, saya berpikir bahwa antibiotik harus diminum sampai habis, sedangkan obat simptomatisnya kalau sudah tidak dibutuhkan ya tidak usah dilanjutkan
Nah, disinilah kesalahannya, untuk obat yang pada signaturanya ditulis p.r.n (pro re nata), obatnya harus tunggal sob, sedangkan coba lihat di resep, ada 4 obat yang dicampur jadi satu, pro re nata artinya bila perlu, kita harus tulis juga kapan obat ini masih diminum, misalnya:
p.r.n (bila suhu masih lebih dari sama dengan 38 derajat celcius)
p.r.n (bila masih nyeri)
p.r.n (bila pusing)
Kalau dicampur, ya jelas salah dong wong fungsi obatnya beda-beda, kok disamakan
Kalau mau, satu puyer isinya satu obat, tetapi konsekuensinya ya puyer yang harus diminum jadi banyak.
Sekian posting saya kali ini, semoga bermanfaat buat teman-teman semua, semoga sukses!
Semangat sob!
IINDEX
m.f = misce fac (campur dan buat)
pulv = pulveres (puyer)
dtd = da tales dosis (berikan dengan dosis seperti tersebut di atas)
o. 6h = omni 6 hora (setiap 6 jam)
d.d = de die (tiap hari)
p.r.n = pro re nata (bila perlu)
Tuesday, January 21, 2014
Science Time!: Ayo Belajar Bikin Resep (Tablet)
Rekan-rekan dokter muda, setelah masuk di bagian farmasi, saya baru tahu kalau menulis resep itu nggak mudah, banyak yang harus dipikirkan dalam meresepkan sebuah obat, dari mulai obat yang diresepkan, kondisi pasien, dan tentu saja penyakit pasien, tetapi ini tidak akan saya bahas, karena bahan-bahan postingnya belum ada, hehehe, sementara, mari kita lihat salah satu contoh resep dari kasus fiktif ini :D
Kasus: seorang wanita 50 tahun dengan penyakit rematik kronis, datang pada anda, seorang dokter umum, dia mengeluhkan nyeri yang sering timbul pada dini hari.
Tuliskan diagnosis dan tulis resepnya
Dengan terbatasnya informasi soal, jangan harap kita bisa menuliskan resep yang rasional, tapi sebisa mungkin kita membuat resep yang "mendekati" rasional. Pasien diketahui menderita rematik kronis, sehingga kita berasumsi bahwa dia sudah mendapat obat rematik dari dokter penyakit dalam dan datang kepada kita semata-mata karena obat analgesiknya habis, so mari kita atasi rasa sakitnya
DIAGNOSIS
Pasien penderita rematik kronis dengan nyeri saat dini hari, kita "berasumsi" bila pasien menderita rheumatoid arthritis, kita lihat dari karakteristik sakitnya, hehehe, kita kan nggak bisa PF, ya mau gimana lagi :D
PILIHAN OBAT
Kita berikan analgesik dari golongan NSAID inhibitor COX non selektif namanya piroxicam, BSO (bentuk sediaan obat) tablet 10 mg, kalian cari sendiri ya dari pabrik mana, saya kan bukan mau promosi :D
DOSIS
Dosis Lazim: 20 mg sekali sehari
Dosis maksimal: obat ini nggak punya dosis maksimal, cek aja di Farmakope Indonesia
Dosis Terapi: 2 tablet
Rencana pemberian: s 1 dd tab 2 diminum sehabis makan saat malam hari selama 10 hari
Kenapa sehabis makan? Ingat, ini NSAID, obat ini berisiko menyebabkan tukak lambung lho
Kenapa malam hari? karena keluhannya saat malam hari
RESEP
![]() |
| Resepnya bro |
EDUKASI
- Jangan lupa bilang ke pasien, kalau terjadi lepuh-lepuh di kulit tanpa trauma yang jelas setelah meminum obat, segera hentikan konsumsi obat dan kembali ke dokter
- Berikan rujukan ke dokter penyakit dalam
- Obat diminum sekali dua tablet setelah makan malam
Tentu saja semua itu dengan bahasa pasien
Sekian resep kali ini, terima kasih sudah datang, semoga bermanfaat :D
INDEX
S: Signa (tandailah)
dd: de die (tiap hari)
p.c: post coenam (setelah makan)
o.n: omni nocte (saat malam hari)
Labels:
Farmasi,
Kedokteran,
Obat,
Resep,
Science Time!
Subscribe to:
Posts (Atom)




