Isi Blog

Sunday, February 23, 2014

Science Time!: Mengenal Pre Eklampsia

Pernahkah teman-teman semua mendengar tentang pre eklampsia? Belum? Kalau keracunan kehamilan? Istilah ini mungkin lebih familiar ya di telinga teman-teman. Ini kondisi yang nggak bisa dianggap enteng lho, pre eklampsia bila tidak ditangani dengan tepat dapat berujung dengan kematian. Untuk menghindari pre eklampsia, mari kita kenalan lebih jauh dengan penyakit ini.

Pre eklampsia merupakan keadaan dimana terjadi kenaikan tekanan darah pada umur kehamilan 20 minggu ke atas disertai dengan adanya protein pada air kencing penderita. Dari definisi ini, kita bisa mengetahui bahwa ibu sebenarnya tidak mempunyai sakit darah tinggi sebelum hamil sampai umur 20 minggu, mereka sebelum hamil dan saat awal-awal kehamilan "lempeng-lempeng" aja, tensinya normal. Lalu bagaimana kita tahu ada protein di air kencing? Itulah kegunaan dari pemeriksaan selama kehamilan, atau yang rekan-rekan medis sebut sebagai "ante natal care", penting banget nih, untuk ibu-ibu, jangan suka bolos ANC ya :D.

Ternyata pre eklampsia punya tingkatan lho berdasarkan nilai tekanan darahnya, yaitu:

  • Ringan: ≥ 140/90 mmHg
  • Berat: ≥ 160/110 mmHg
Pastikan anda diperiksa oleh tenaga medis yang terlatih ya agar pengukuran tekanan darah tepat. Pre eklampsia dalam perjalanannya dapat memberat lho, tidak menetap dalam satu tingkat saja, bahkan bisa disertai kejang. Bila sudah terjadi kejang, maka penyakit ini disebut eklampsia. Bila pre eklampsia disertai dengan kerusakan hati, sel darah merah, dan penurunan trombosis, maka disebut sebagai sindroma HELLP (Hemolysis, Elevated Liver Enzyme, Low Platelets Count)

BAHAYANYA
Lalu kenapa sih kok kondisi ini berbahaya? Karena bisa berakibat buruk pada janin dan ibunya, mari kita bahas satu per satu:

  1.  Pada janin: Bisa terjadi keadaan intrauterine growth restriction (IUGR), yaitu janin tidak dapat tumbuh dengan optimal dalam rahim karena terganggunya aliran darah plasenta yang membawa nutrisi untuk janin. Yang lebih parah, karena tingginya tekanan darah, plasenta dapat terlepas dari perlekatannya di dalam rahim, akibatnya janin dapat meninggal dalam rahim, bahkan nyawa sang ibu dapat terancam karena terjadi perdarahan dalam jumlah banyak dalam rahim.
  2. Pada ibu: pre eklampsia pada ibu akibatnya sangat banyak dan nggak ada yang bagus, mulai dari nyeri kepala, gangguan penglihatan, kejang, stroke perdarahan, edema paru (penumpukan cairan dalam paru), gangguan pembekuan darah, gagal jantung, sampai kematian.


FAKTOR RISIKO
Apa sih yang menyebabkan seseorang menjadi lebih berisiko untuk mengalami pre eklampsia? Silahkan baca lebih lanjut:

  1. Pertama kali hamil.
  2. Mengandung lebih dari satu janin (kembar 2, 3, dst)
  3. Diabetes Mellitus (kencing manis)
  4. Bayi yang dikandung besar
  5. Umur yang ekstrim, kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun
  6. Riwayat keluarga pernah mengalami pre eklampsia/eklampsia
  7. Obesitas
  8. Suami ibu pernah mempunyai istri yang hamil dengan riwayat pre eklampsia
Pre eklampsia merupakan penyakit yang belum jelas penyebabnya, rekan-rekan medis memasukkan penyakit ini dalam golongan "disease of theory" saking banyaknya teori yang berkembang mengenai penyakit ini tetapi belum ada yang bisa menjelaskannya dengan pasti. Teori yang berkembang mengatakan bahwa ibu dapat mengalami pre eklampsia karena reaksi imun antara sperma ayah dengan sistem imun ibu, karena itu para ibu harus tahu ya kalau suaminya dulu sudah pernah menikah, apalagi istrinya dulu pernah hamil dengan pre eklampsia. Ada lagi teori yang mengatakan bahwa terjadi reaksi imun antara ibu dan janin, ada juga teori yang mengatakan bahwa plasenta bayi mengeluarkan radikal bebas yang merusak pembuluh darah ibu, dan seterusnya.

PENCEGAHAN
Ini yang paling penting, mencegah lebih baik dari pada mengobati, banyak yang bisa kita lakukan untuk mencegah kondisi ini, tetapi bila sudah terjadi, ibu hanya bisa pasrah pada Tuhan dan dokter yang menjadi perpanjangan tangan-Nya, Jadi apa saja yang bisa dilakukan untuk menghindari kondisi ini? Ini tips dari saya:

  1. Batasi kehamilan: ini sebenarnya yang paling penting, pre eklampsia hanya terjadi bila ibu hamil, bila nggak hamil ya nggak bakal kena pre eklampsia, apalagi bila ibu punya riwayat hamil dengan pre eklampsia, wah ini hukumnya sudah wajib dilakukan. Bukannya saya menggurui dengan melarang ibu untuk tidak hamil, saya tahu ini hak para ibu, tapi apakah ibu memikirkan bagaimana masa depan anak-anak ibu bila terjadi sesuatu pada ibu karena pre eklampsia? Ingat, jarang para pria yang tahan hidup sendiri membesarkan anak-anak, dan lebih jarang lagi ibu tiri yang kasih sayangnya menyamai ibu kandung :D. Batasi kehamilan dengan alat kontrasepsi ya, jangan hanya menggunakan tanggalan, angka keberhasilannya sangat rendah.
  2. Jangan hamil terlalu muda dan jangan hamil terlalu tua, kira-kira ya antara umur 20-35 tahun saja.
  3. Hindari obesitas, jangan biarkan tubuh anda semakin membesar, tentu saja ini dilakukan sebelum hamil, bayangkan bila anda sudah terlampau "besar" sebelum hamil, anda mau jadi apa nanti saat hamil? Ingat, berat badan anda akan semakin meningkat saat hamil. Jangan lakukan pembatasan jumlah kalori saat hamil kecuali sudah dikonsultasikan dengan dokter ya.
  4. Rajin-rajinlah kontrol kehamilan ya, agar dokter dapat mengetahui keadaan kehamilan anda :D.
Sekian penjelasan saya mengenai pre eklampsia, semoga apa yang saya tulis ini dapat berguna bagi teman-teman semua, khususnya para ibu yang sedang merencanakan kehamilannya. Sebelum saya tutup, saya ingin menyampaikan pesan dari salah satu guru ilmu kandungan saya, beliau mengatakan bahwa slogan BKKBN yang berbunyi "2 anak cukup" sekarang sudah tidak mengena di hati masyarakat, harusnya slogan itu dirubah menjadi "jangan hamil bila tidak ada kepentingannya!" lebih tegas! Hahaha, mungkin terkesan galak, tapi percayalah, beliau sudah sering menjumpai para ibu yang "tidak bertanggung jawab", mereka terus hamil padahal anak-anaknya tidak terurus, pada umur yang terlalu muda sehingga menimbulkan kesulitan yang amat dashyat dalam persalinannya, mereka hamil pada umur yang terlalu tua sehingga sering timbul kecacatan pada bayinya, bahkan nyawa ibu sering tidak tertolong karena terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam persalinannya.

Bijaklah dalam berkeluarga, kehadiran seorang anak memang pelita dalam keluarga, namun keluarga lengkap dan berkualitas akan menjaga pelita tersebut tetap terang sehingga akan muncul lebih banyak pelita-pelita baru untuk menerangi negeri ini :D  

Untuk teman-teman koass ada catatan yang saya buat untuk memudahkan kita belajar, silahkan donwload
semoga membantu :D

No comments:

Post a Comment