Isi Blog

Saturday, April 11, 2015

Science Time!: Obat Darah Tinggi Merusak Ginjal? Apa Iya?

Seringkali saya mendengar pasien atau keluarga yang mempunyai penyakit darah tinggi nggak mau untuk minum obatnya secara rutin. Salah satu alasan yang saya cermati adalah karena menurut mereka, obat darah tinggi merusak ginjal. Loh, masak sih? Perasaan waktu saya pendidikan dokter dulu nggak ada nih, atau saya yang tidur waktu dijelasin ya? Wahahaha. Pemahaman yang salah tentang suatu penyakit atau cara pengobatannya terkadang menjadi lebih berbahaya dari penyakit itu sendiri. Supaya kita sama-sama jelas mengenai darah tinggi dan pengobatannya, mari kita belajar. 


Friday, February 6, 2015

Play Time!: Fantasy Life

Halo semua, udah lama nih nggak bikin review game lagi. Kali ini ada review terbaru dari aku untuk game yang sebetulnya nggak baru-baru amat (karena masalah dana baru bisa kebeli sekarang). Fantasy Life dari Level 5 untuk Nintendo 3DS. Game ini versi Jepangnya rilis September 2012 dan versi USA rilis DEsember 2014. Tau nggak kalian Level 5? Developer ini terkenal untuk beberapa game Nintendo besutannya kayak Inazuma Eleven sama seri Professor Layton. Level 5 juga pernah kerjasama dengan Studio Ghibli buat ngerilis Ni no Kuni di PS3. Genre Fantasy Life tuh gabungan dari RPG dan simulasi. Belum dapet bayangan? Bayangin aja kalian main Harvest Moon tapi bisa bikin senjata, armor, alat-alat pertukangan sendiri, terus kalian bisa berpetualang bunuh naga. Biar lebih jelas, mari kita bahas.



STORY
Me as a blacksmith
Dalam Fantasy Life, kita berperan sebagai seorang pendiam di Riveria, setting tempat Fantasy Life. Sebagai salah satu penduduk di Riveria, kita diharuskan untuk mengambil 1 dari 12 lisensi karir yang disediakan (paladin, tentara bayaran, nelayan, penjahit, penambang, juru masak, pemburu, tukang kayu, pandai besi, penyihir, ahli alkimia, dan penebang kayu). Suatu ketika, saat kita mau ngambil lisensi, di tengah jalan kita ketemu dengan seekor kupu-kupu yang cerewet. Ternyata kupu-kupu ini jelmaan dewi. Dia susah-susah turun ke Riveria karena orang-orang disana udah nggak pernah berdoa lagi. Dia minta dianter keliling Riveria buat denger doa orang-orang di Riveria. Kira-kira begitulah premis cerita Fantasy Life.
Sebenarnya, cerita bukan poin kuat dari game ini. Kalian akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk menjalani karir kalian. Cerita “utama” game ini cuma pelengkap. Walaupun begitu, saya nggak mengatakan kalo ceritanya jelek dan dikerjakan setengah hati lho ya. Justru cerita Fantasy Life penuh dengan humor segar. Si kupu-kupu sering mengejek kebiasaan diam sang karakter utama. Kita nggak bisa apa-apa karena memang hanya diberikan pilihan-pilihan jawaban yang terbatas dalam game. 
Seiring kita berjalan makin jauh dalam cerita, dungeon-dungeon baru juga akan terbuka. Dungeon ini yang seringkali kita butuhkan untuk menaikkan level karir. Sayangnya, ada cerita tambahan yang dijual sebagai DLC. Saya bukan tipe gamer yang suka beli DLC, jadi hal seperti ini agak mengganggu.

GAMEPLAY
Level 5 memang jago membuat game dengan gameplay yang menarik. Di atas sudah sempat saya singgung kalau kita bisa memilih 1 dari 12 karir (life) yang disediakan. Tapi tidak berarti kalau kita hanya akan memainkan 1 karir sepanjang game. Kita bisa memilih-milih karir baru setiap saat. Untuk menaikkan level karir, kita harus menyelesaikan tantangan yang disediakan. Misalnya untuk pandai besi, kita harus membuat armor, pedang, alat-alat tertentu kalau mau naik level. Atau jika kita memilih menjadi pemburu, kita harus membunuh monster-monster tertentu. 
Ready to chop this tree
Semakin tinggi karir, barang-barang yang dapat kita buat juga semakin banyak, dan semakin banyak armor yang bisa kita pakai. Dalam membuat berbagai barang (crafting) dalam game ini juga menyajikan keasikan tersendiri, karena kita diharuskan menyelesaikan mini game yang membutuhkan kecermatan dan kecepatan tangan. Meskipun kelihatan asik, tapi setelah beberapa saat, hal ini terasa agak repetitif, tapi jika mengingat barang-barang bisa kita jual atau memperkuat diri, kesan repetitif ini jadi tidak begitu terasa. Saya sendiri kecanduan memainkan game ini, karena terobsesi membuat barang-barang dengan kualitas tertinggi.

MUSIK
Fantasy Life adalah game dengan cerita yang ringan dan atmosfer ceria. Musik latar yang disajikan dapat mengantarkan pesan ini dengan lebih baik. Jika kita sampai ke level master di salah satu karir, sebuah band yang terdiri dari boneka-boneka kelinci berwarna pink akan memainkan lagu spesial buat kita. Lagu-lagu ini punya lirik yang unik, dan berbeda untuk setiap karir. Walaupun tidak dilengkapi dengan musik orkestra kelas wahid, cocoklah dengan atmosfer gamenya.

Lets sing a song!

GRAFIK
Kalau kalian menginginkan game dengan grafik ala Final Fantasy XV, Last of Us, atau Assasin Creed, kalian salah tempat. Level 5 biasa membuat game grafik kartun, dengan karakter berwajah bulat-bulat. Lagipula ini game untuk Nintendo 3DS, sebuah handled. Menurut saya pribadi, grafik bukan segalanya, kesesuaian dengan tema lah yang terpenting, dan gambar kartun dalam game ini mewakili suasana gamenya yang ceria.

Sekian review saya tentang Fantasy Life. Mudah-mudahan dapat menjadi masukan bagi kalian yang ingin menambah koleksi cartridge 3DS. Sampai jumpa lagi dalam review saya berikutnya (mudah-mudahan tentang Monster Hunter 4 Ultimate :D).

KESIMPULAN
Story: 3/5
Gameplay: 4/5
Musik: 4/5
Grafik: 3/5

PROS AND CONS
+ cerita penuh humor
+ gameplay adiktif
- setelah sekian lama terasa repetitif
- ada DLC


Friday, November 14, 2014

MyTime!: Live a Better life-2

Sekarang sudah jalan semingu sejak saya mempublish postingan tentang upaya menjadi lebih sehat dan lebih langsing. Sekarang saatnya evaluasi. Selama 1 minggu ini saya menyadari bahwa ternyata hidup disiplin itu susah, pertahanan saya masih bobol dalam menghadapi snack craving, saya kadang melewatkan menu latihan saya, dan saya belum bisa memaksimalkan latihan saya. Saya belum bisa berlatih sesuai dengan apa yang saya inginkan, baru 2 set capek, lalu berhenti. Saya terlalu takut capek, dan susah keluar dari zona aman. Saya merasa jalan ditempat dalam 1 minggu ini.

Parahnya, hal ini kemudian merembet ke sisi kehidupan saya yang lain, yang paling gampang, saya malas untuk mengupdate isi dari blog ini, takut untuk mengambil kesempatan yang ada, dan cenderung menyalahkan orang lain. Padahal ini semua terjadi karena saya nggak punya cukup keberanian dan kemauan. Inilah yang ingin saya perbaiki di minggu kedua. Saya harus menjalankan program ini dengan disiplin, wong saya ingin memberikan contoh bagaimana hidup sukses dengan disiplin malah saya sendiri yang nggak disiplin, sangat kontradiktif. 

Untuk menambah semangat dalam menjalani kegiatan sehari-hari, saya harus menemukan cara untuk mengaktifkan beast mode. Beast mode? Apa tuh? Beast mode, adalah salah satu skill yang sering muncul di game, kalau kita mengaktifkan mode ini, kita bisa jadi super untuk waktu singkat, ya, saya hanya butuh beast mode untuk waktu singkat, cukup untuk memulai, menahan, dan melanjutkan. Maksudnya adalah memulai latihan atau pekerjaan, menahan keinginan untuk ngemil, dan melanjutkan latihan walaupun otak sudah berkata "hentikan saja".
Itulah rencana saya untuk minggu kedua. Mudah-mudahan saya bisa memperbaiki pencapaian saya pada minggu pertama. Bagaimana dengan minggu pertama teman-teman semua? Apakah kalian sukses menjalaninya?

Thursday, November 6, 2014

My Time!: Live a Better Life

Halo para pengunjung semua. Hari ini saya memutuskan untuk memulai kembali usaha untuk hidup lebih sehat dan sekaligus menuunkan berat bedan, wah setelah sekian lama, kesambet apa nih Shila? Hehehe, semua ini atas berkat rahmat Allah yang mewujud sebagai email baru dari Nerd Fitness dan buku baru dr. Hiromi Shinya berjudul Revolusi Makan. Email dari Nerd Fitness mengingatkan saya bahwa untuk menggapai sesuatu yang kamu inginkan, atau untuk mengalahkan batasan yang kamu anggap tidak mungkin, kamu nggak butuh motivasi, loh kok bisa? Soalnya motivasi tuh sesuatu yang kadang datang kadang pergi, nggak bisa dipegang. Nah akan lebih baik kalau kita membentuk sebuah sistem yang membuat kita untuk terus fokus dalam program, apapun kondisi kita, dan sistem tersebut dibangun dengan disiplin. Okay, ternyata saya selama ini berada dalam kondisi lack of discipline. Nggak masalah, karena mengetahui masalah adalah langkah pertama menyelesaikan masalah.

Sebagai upaya untuk hidup lebih sehat, saya butuh untuk merencanakan beberapa hal, antara lain:
  • Cara makan
  • Jadwal olahraga
  • Cara hidup 
Great Books

Untuk cara makan, saya membaca berbagai sumber demi mendapatkan menu makanan yang tepat. Kesimpulan akhirnya saya dapat setelah membaca buku "Revolusi Makan" karya dr. Hiromi Shinya, "The Paleo Answer" karya Loren Cordain, Ph.D, dan "OCD" karya Dedy Corbuzier. Dari 3 buku tersebut ternyata terdapat beberapa kesamaan, yaitu:

  • Membatasi asupan kalori (terutama dari gula) itu penting
  • Puasa di pagi hari juga penting
  • Membatasi asupan berbahan susu dan tepung tidak kalah penting
Today Breakfast
Oke, hari ini juga akan saya terapkan hal-hal tersebut. Sebenarnya saya lebih condong ke revolusi makan ala dr. Hiromi Shinya, apalagi untuk puasa pagi hari, karena dr. Hiromi masih memperbolehkan konsumsi buah-buahan segar, sedangkan om Deddy dengan OCC-nya tidak memperbolehkan 1 kalori pun masuk sampai tiba waktu makan.

Cara makan sudah, masuk ke Jadwal olahraga. Saya sudah membuat jadwal olahraga dalam 7 minggu yang berisi menu latihan pagi dan sore. Kebanyakan isinya adalah HIIT dan lari. Sedikit saran dari saya, carilah teman dalam berolahraga, misalnya dalam kasus saya, saya ikut klub lari di kampus, yaitu FKrunners. 

My Routine
Terakhir adalah cara hidup. Saya sadar telah mengesampingkan Tuhan dalam hidup, terlihat dari Al Quran yang telah berdebu di satu sudut lemari karena nggak pernah dibaca. Saya akan kembali mendekatkan diri kepada Allah, dengan rutin membaca Al Quran dan berdoa sehabis sholat. Mungkin itu yang terbaik saat ini, Insya Allah akan semakin bertambah.

Sekian dulu postingan kali ini, mudah-mudahan isinya dapat berguna untuk para pengunjung semua. Selamat beraktifitas dan semoga hari kalian menyenangkan ;D


Tuesday, October 28, 2014

Play Time!: Mau Main Game yang Menantang? Cobalah Lari!

Baru-baru ini saya mendapat cobaan, laptop yang sering saya gunakan untuk memainkan game-game original akhirnya tutup usia. Sahabat karib saya itu gugur ketika saya gunakan untuk memainkan "Terraria" (jasa-jasamu akan selalu kukenang, semoga kamu tenang di surga laptop). Sekarang yang tersisa hanya notebook ASUS X201E dan sebuah smartphone Andromax U2. Si X201E memang mumpuni dalam menjalankan tugas seperti mengetik, memutar film, atau lagu, tapi saya nggak tega melihatnya berjalan tertatih-tatih ketika menjalankan koleksi game yang saya punya. Otomatis, partner saya dalam bermain game ori saat ini adalah si manis Andromax U2. Jangan kira permainan di sistem operasi Android kalah dari platform-platform yang lain ya. Keunggulan game-game yang dimainkan di android adalah kemudahan akses dan bisa dimainkan dimana-mana. Salah satu game yang menarik perhatian saya beberapa bulan ini adalah Nike+.

Loh, kok Nike+? Itu kan bukan game, tapi aplikasi olahraga. Jangan salah, mari kita bahas kenapa Nike+ saya kategorikan sebagai game:

  1. Menyenangkan:
    Kok bisa? itu kan cuma aplikasi buat ngukur seberapa jauh kita lari, apa yang menyenangkan? Justru karena alasan itulah aplikasi ini menyenangkan, selama ini mungkin kita kesulitan mengukur seberapa jauh kita lari, lama lari, jumlah kalori yang terbakar, atau seberapa cepat kita lari. Aplikasi ini dapat mengukur semua hal tadi, kita bisa memantau pencapaian kita tiap sesi, ini yang bikin aplikasi ini menyenangkan.
  2. Bisa dimainkan multiplayer: 
    Kita bisa saling nge-add teman-teman kita yang juga memakai aplikasi ini, setelah itu kalian bisa ketemuan, lari bareng buat saling saingan atau saling menyemangati buat mecahin rekor pribadi masing-masing. Bisa kan ternyata aplikasi ini dibuat main multiplayer? Modenya banyak lagi, ada co-op, atau versus, asal jangan deathmatch aja ya, temen kalian yang larinya paling bontot kalian kasih fatality sampe mati, nggak baik itu.
  3. Ada level up-nya lho: Nike+ memberikan level dari total jarak tempuh kalian. Saat mulai meng-install aplikasi ini kalian mulai dengan level kuning, setelah kalian menempuh 50 km pertama kalian berganti warna jadi oranye, 250 km kalian dapat warna hijau, dan seterusnya. Total ada 7 level yang bisa kalian capai.
  4. Ada perkembangan karakternya juga: 
    Ah ngawur nih Shila, ini kan cuma aplikasi lari, eh jangan salah, yang berkembang ya kita sendiri yang make aplikasi ini. Gimana cara menilainya? Gampang, berat badan jadi turun, kita jadi lebih seger, nggak gampang capek, kita bisa lari lebih cepat, lebih jauh, dan lebih lama. Masih mau bilang saya ngawur? ehehehe.
  5. Banyak achievement yang bisa kita dapatkan: 
    Biasanya ini hal yang sering kita pertimbangkan dalam memilih game yang akan kita beli. Nike+ memberikan fasilitas ini juga, banyak piala yang bisa kita dapatkan. Piala-piala tersebut antara lain: lari 3 kali seminggu, aktif lari 6 minggu sebulan, lari 2 kali sehari, lari di hari kemerdekaan (Amerika), dll. Rentetan piala ini yang bisa kita banggakan ke teman-teman kita.
  6. Menantang: 
    Ini game paling menantang yang pernah saya mainkan, apalagi saat pertama-tama memainkannya. Sangat berat untuk memulai lari, tapi begitu lari dan mencapai 1 kilometer pertama, saya ingin terus lari sampai kilometer berikutnya. Sangat menantang aktif berlari 3x dalam seminggu, 4 minggu dalam sebulan. Tapi percayalah, saya mendapatkan kepuasan pribadi karena bisa mengalahkan kemalasan saya. 
Setelah membaca poin-poin yang saya utarakan di atas, sudah sah kan bila saya mengatakan bahwa Nike+ adalah sebuah game? Game yang manfaatnya langsung bsa dirasakan tubuh kita sendiri. Selain Nike+, kalian bisa memainkan game Ingress dari Niantic labs, konsepnya sama dengan Nike+ yaitu memberikan kita alasan untuk keluar rumah dan menggerakkan badan, hanya saja dikemas dengan berbeda. 

Tidak selamanya bermain game membutuhkan konsol atau PC canggih berharga jutaan rupiah, cukup nikmati apa yang kamu punya, dan kamu bisa "bermain" dengan hal-hal tersebut. Tetap semangat teman-teman, sampai jumpa lagi di artikel berikutnya :D

Monday, October 27, 2014

Chat Chit Chut: Ketika Aku bertualang di Stase Psikiatri

Selamat hari Rabu teman-teman semua! Hari ini saya akan membagi pengalaman saya selama koass (ko assisten). Seperti pepatah lama, guru terbaik adalah pengalaman, tapi nggak semuanya harus kamu alami sendiri supaya kamu jadi tahu, belajar lah dari pengalaman orang lain juga.

Bagi saya, stase psikiatri adalah stase "spesial". Kenapa spesial? Karena pasien yang kita hadapi bukan pasien biasa, tapi pasien yang membutuhkan penanganan "khusus". Pasien gangguan jiwa memang memerlukan pendekatan yang khusus, selain teknik anamnesis yang baik, kita harus menjaga gesture supaya tidak menyinggung perasaan mereka, bayangin aja kalo mereka tersinggung, bisa-bisa kamu nggak dapet informasi, kena gampar iya. Untuk menyelesaikan stase psikiatri, kami diwajibkan untuk mencari simptom (gejala) yang ada di salah satu pasien gangguan jiwa, dibuat laporan, kemudian kami menghadap ke supervisor kami masing-masing dengan pasien yang kami periksa untuk diuji. Teknik mencari simptom sudah diajarkan di buku panduan kalian masing-masing, yang nggak diajarkan buku itu adalah cara untuk membawa pasien kalian maju ke supervisor, saya akui, proses ini cukup tricky, apalagi bila kalian memilih pasien yang moody (seriusan sob? Kalian mempersulit diri kalian sendiri kalau begitu). Mudah-mudahan pengalaman saya bisa membantu kalian:

  1. Sebisa mungkin JANGAN pilih pasien yang moody:
    Saya paham bila kalian ingin berlatih menangani pasien yang moody, atau kalian menganggap pasien yang biasa-biasa saja kurang menantang, tapi tolong mengertilah bila kalian menjalani ujian. Prinsip menjalani ujian adalah: mendapatkan nilai sebaik mungkin dengan usaha seminimal mungkin. Jangan korbankan waktu dan tenaga kalian demi memuaskan rasa haus akan adrenalin.
  2. Siapkan pasien kalian sehari sebelumnya: 
    ini yang biasanya dilupakan oleh para koass. Pasien selalu punya jadwal di RSJ, misalnya minum obat pagi, kegiatan terapi kelompok, atau ECT, kalian harus tahu jadwal pasien kalian masing-masing, berikan pesan pada perawat bangsal bila pasien tersebut akan diajak untuk menemui supervisor pada hari berikutnya, sehingga perawat bangsal dapat membantu menyiapkan pasien untuk kalian. 
    Saya punya contoh yang menarik soal ini. Dulu, saat saya akan mengikuti ujian psikiatri, saya sudah menyiapkan pasien sejak 1 minggu sebelumnya, anamnesis sudah saya buat, pendekatan sudah saya lakukan, laporan sudah saya cetak dengan rapi, satu hal yang saya lupa, memberitahukan perawat bangsal 1 hari sebelum ujian. Alhasil pasien tersebut dijadwalkan untuk mengikuti terapi kelompok pas pada hari saya ujian. Parahnya, dia sempat tidak mau saya ajak untuk menemui supervisor saya. Untungnya, malam sebelum ujian saya sudah merasa bahwa hal ini akan terjadi, saya minta petunjuk dari ibu (yang seorang magister ekonomi) bagaimana cara untuk mengajak seorang pasien gangguan jiwa agar mau diajak ke supervisor. Beliau ini walaupun ilmunya jauh berbeda dengan kedokteran, tetapi sangat mengerti mengenai etika pelayanan. Beliau memberi tips dalam mengajak pasien: yakinkan pasien bahwa apa yang akan kita lakukan semata-mata adalah untuk kesembuhan pasien, bila pasien cepat sembuh, pasien dapat cepat pulang; berlakulah sesabar mungkin dengan pasien, jangan menggunakan kekerasan; intonasi harus seramah mungkin, sehingga pasien nyaman dengan kita. Dengan mengikuti tips-tips ini, akhirnya setelah 15 menit, saya berhasil mengajak pasien untuk menemui supervisor. Sebuah pengalaman yang membuat lutut saya bergetar, hehehe.
  3. Pelajari juga supervisor kalian:
    Supervisor punya kesukaan sendiri-sendiri, ada yang suka kalau kalian menulis dengan runtut GAF pasien dari waktu ke waktu, ada yang suka kalian mengerti betul cara pemberian obat-obat psikiatri sampai dengan efek sampingnya, ada yang suka kalian maju dengan laporan singkat padat dan jelas. Nah, untuk mengetahui hal tersebut, konsultasikan hal ini pada teman koass yang baru saja lewat dari stase psikiatri.
Inilah tips-tips yang bisa saya berikan untuk meringankan "beban" kalian di stase psikiatri. Jujur saya nggak terlalu suka dengan ilmu psikiatri karena "abstrak" banget, akhirnya saya asal lewat saja di stase ini, toh saya nggak berencana berhubungan lebih lanjut dengan pasien-pasien psikiatri. Ternyata kasus psikiatri saya temukan waktu bertugas di Puskesmas. Pergunakanlah waktu kalian di stase psikiatri sebanyak mungkin, bukan hanya ilmunya, tapi juga seni dalam menghadapi pasien psikiatri. Semoga pengalaman saya dapat berguna bagi teman-teman semua. Sampai jumpa lagi ya :D

Wednesday, October 8, 2014

Munch Time!: Power Mix Fruit

Hi all, now I want to share about recipe. To eat healtier, we suppose to eat more fruits and vegies, but the matter is, sometimes we get bored just to eat plain vegie or fruit like usual. To fix it, we can make juice, smoothies, or salad, yes, salad, it's very simple to make a bowl of salad, just add your favorite vegie or fruit then apply a dressing, and it's ready to serve. I have y favorite kind of salad with honey dressing instead of thousand island or olive oil. Let's check it out ;D



The Item  

  • 2 tomatoes
  • Cucumber 
  • Papayas
  • Aloe veras
  • Honey
  • Dates

How To Make


  • First, chop the tomatoes and cucumber, put them in your bowl, don't forget to wash the vegie first
  • Apply the honey dressing, 2 tea spoon is enough (for me) you don't want your salad goes too sweet
  • After that, chop the dates (kurma), put them in your bowl
  • Next, add a bag of aloe veras, I love them, if they packed with sugar and water, just take aloe veras.
  • Last, add papayas until your bowl nearly full and stir them.
  • put them on refrigerator for a while wont hurt, serve them when cold.

That's is my favorite salad, it's refreshing, give you energy (from dates and honey) and vitamin. After I count the total calorie for this salad with MyFitnessPall, and it count around 300-354 cal. I call it Power Mix Fruit, wanna try? :D
A bowl of fruit salad is ready to serve