Isi Blog

Tuesday, October 28, 2014

Play Time!: Mau Main Game yang Menantang? Cobalah Lari!

Baru-baru ini saya mendapat cobaan, laptop yang sering saya gunakan untuk memainkan game-game original akhirnya tutup usia. Sahabat karib saya itu gugur ketika saya gunakan untuk memainkan "Terraria" (jasa-jasamu akan selalu kukenang, semoga kamu tenang di surga laptop). Sekarang yang tersisa hanya notebook ASUS X201E dan sebuah smartphone Andromax U2. Si X201E memang mumpuni dalam menjalankan tugas seperti mengetik, memutar film, atau lagu, tapi saya nggak tega melihatnya berjalan tertatih-tatih ketika menjalankan koleksi game yang saya punya. Otomatis, partner saya dalam bermain game ori saat ini adalah si manis Andromax U2. Jangan kira permainan di sistem operasi Android kalah dari platform-platform yang lain ya. Keunggulan game-game yang dimainkan di android adalah kemudahan akses dan bisa dimainkan dimana-mana. Salah satu game yang menarik perhatian saya beberapa bulan ini adalah Nike+.

Loh, kok Nike+? Itu kan bukan game, tapi aplikasi olahraga. Jangan salah, mari kita bahas kenapa Nike+ saya kategorikan sebagai game:

  1. Menyenangkan:
    Kok bisa? itu kan cuma aplikasi buat ngukur seberapa jauh kita lari, apa yang menyenangkan? Justru karena alasan itulah aplikasi ini menyenangkan, selama ini mungkin kita kesulitan mengukur seberapa jauh kita lari, lama lari, jumlah kalori yang terbakar, atau seberapa cepat kita lari. Aplikasi ini dapat mengukur semua hal tadi, kita bisa memantau pencapaian kita tiap sesi, ini yang bikin aplikasi ini menyenangkan.
  2. Bisa dimainkan multiplayer: 
    Kita bisa saling nge-add teman-teman kita yang juga memakai aplikasi ini, setelah itu kalian bisa ketemuan, lari bareng buat saling saingan atau saling menyemangati buat mecahin rekor pribadi masing-masing. Bisa kan ternyata aplikasi ini dibuat main multiplayer? Modenya banyak lagi, ada co-op, atau versus, asal jangan deathmatch aja ya, temen kalian yang larinya paling bontot kalian kasih fatality sampe mati, nggak baik itu.
  3. Ada level up-nya lho: Nike+ memberikan level dari total jarak tempuh kalian. Saat mulai meng-install aplikasi ini kalian mulai dengan level kuning, setelah kalian menempuh 50 km pertama kalian berganti warna jadi oranye, 250 km kalian dapat warna hijau, dan seterusnya. Total ada 7 level yang bisa kalian capai.
  4. Ada perkembangan karakternya juga: 
    Ah ngawur nih Shila, ini kan cuma aplikasi lari, eh jangan salah, yang berkembang ya kita sendiri yang make aplikasi ini. Gimana cara menilainya? Gampang, berat badan jadi turun, kita jadi lebih seger, nggak gampang capek, kita bisa lari lebih cepat, lebih jauh, dan lebih lama. Masih mau bilang saya ngawur? ehehehe.
  5. Banyak achievement yang bisa kita dapatkan: 
    Biasanya ini hal yang sering kita pertimbangkan dalam memilih game yang akan kita beli. Nike+ memberikan fasilitas ini juga, banyak piala yang bisa kita dapatkan. Piala-piala tersebut antara lain: lari 3 kali seminggu, aktif lari 6 minggu sebulan, lari 2 kali sehari, lari di hari kemerdekaan (Amerika), dll. Rentetan piala ini yang bisa kita banggakan ke teman-teman kita.
  6. Menantang: 
    Ini game paling menantang yang pernah saya mainkan, apalagi saat pertama-tama memainkannya. Sangat berat untuk memulai lari, tapi begitu lari dan mencapai 1 kilometer pertama, saya ingin terus lari sampai kilometer berikutnya. Sangat menantang aktif berlari 3x dalam seminggu, 4 minggu dalam sebulan. Tapi percayalah, saya mendapatkan kepuasan pribadi karena bisa mengalahkan kemalasan saya. 
Setelah membaca poin-poin yang saya utarakan di atas, sudah sah kan bila saya mengatakan bahwa Nike+ adalah sebuah game? Game yang manfaatnya langsung bsa dirasakan tubuh kita sendiri. Selain Nike+, kalian bisa memainkan game Ingress dari Niantic labs, konsepnya sama dengan Nike+ yaitu memberikan kita alasan untuk keluar rumah dan menggerakkan badan, hanya saja dikemas dengan berbeda. 

Tidak selamanya bermain game membutuhkan konsol atau PC canggih berharga jutaan rupiah, cukup nikmati apa yang kamu punya, dan kamu bisa "bermain" dengan hal-hal tersebut. Tetap semangat teman-teman, sampai jumpa lagi di artikel berikutnya :D

Monday, October 27, 2014

Chat Chit Chut: Ketika Aku bertualang di Stase Psikiatri

Selamat hari Rabu teman-teman semua! Hari ini saya akan membagi pengalaman saya selama koass (ko assisten). Seperti pepatah lama, guru terbaik adalah pengalaman, tapi nggak semuanya harus kamu alami sendiri supaya kamu jadi tahu, belajar lah dari pengalaman orang lain juga.

Bagi saya, stase psikiatri adalah stase "spesial". Kenapa spesial? Karena pasien yang kita hadapi bukan pasien biasa, tapi pasien yang membutuhkan penanganan "khusus". Pasien gangguan jiwa memang memerlukan pendekatan yang khusus, selain teknik anamnesis yang baik, kita harus menjaga gesture supaya tidak menyinggung perasaan mereka, bayangin aja kalo mereka tersinggung, bisa-bisa kamu nggak dapet informasi, kena gampar iya. Untuk menyelesaikan stase psikiatri, kami diwajibkan untuk mencari simptom (gejala) yang ada di salah satu pasien gangguan jiwa, dibuat laporan, kemudian kami menghadap ke supervisor kami masing-masing dengan pasien yang kami periksa untuk diuji. Teknik mencari simptom sudah diajarkan di buku panduan kalian masing-masing, yang nggak diajarkan buku itu adalah cara untuk membawa pasien kalian maju ke supervisor, saya akui, proses ini cukup tricky, apalagi bila kalian memilih pasien yang moody (seriusan sob? Kalian mempersulit diri kalian sendiri kalau begitu). Mudah-mudahan pengalaman saya bisa membantu kalian:

  1. Sebisa mungkin JANGAN pilih pasien yang moody:
    Saya paham bila kalian ingin berlatih menangani pasien yang moody, atau kalian menganggap pasien yang biasa-biasa saja kurang menantang, tapi tolong mengertilah bila kalian menjalani ujian. Prinsip menjalani ujian adalah: mendapatkan nilai sebaik mungkin dengan usaha seminimal mungkin. Jangan korbankan waktu dan tenaga kalian demi memuaskan rasa haus akan adrenalin.
  2. Siapkan pasien kalian sehari sebelumnya: 
    ini yang biasanya dilupakan oleh para koass. Pasien selalu punya jadwal di RSJ, misalnya minum obat pagi, kegiatan terapi kelompok, atau ECT, kalian harus tahu jadwal pasien kalian masing-masing, berikan pesan pada perawat bangsal bila pasien tersebut akan diajak untuk menemui supervisor pada hari berikutnya, sehingga perawat bangsal dapat membantu menyiapkan pasien untuk kalian. 
    Saya punya contoh yang menarik soal ini. Dulu, saat saya akan mengikuti ujian psikiatri, saya sudah menyiapkan pasien sejak 1 minggu sebelumnya, anamnesis sudah saya buat, pendekatan sudah saya lakukan, laporan sudah saya cetak dengan rapi, satu hal yang saya lupa, memberitahukan perawat bangsal 1 hari sebelum ujian. Alhasil pasien tersebut dijadwalkan untuk mengikuti terapi kelompok pas pada hari saya ujian. Parahnya, dia sempat tidak mau saya ajak untuk menemui supervisor saya. Untungnya, malam sebelum ujian saya sudah merasa bahwa hal ini akan terjadi, saya minta petunjuk dari ibu (yang seorang magister ekonomi) bagaimana cara untuk mengajak seorang pasien gangguan jiwa agar mau diajak ke supervisor. Beliau ini walaupun ilmunya jauh berbeda dengan kedokteran, tetapi sangat mengerti mengenai etika pelayanan. Beliau memberi tips dalam mengajak pasien: yakinkan pasien bahwa apa yang akan kita lakukan semata-mata adalah untuk kesembuhan pasien, bila pasien cepat sembuh, pasien dapat cepat pulang; berlakulah sesabar mungkin dengan pasien, jangan menggunakan kekerasan; intonasi harus seramah mungkin, sehingga pasien nyaman dengan kita. Dengan mengikuti tips-tips ini, akhirnya setelah 15 menit, saya berhasil mengajak pasien untuk menemui supervisor. Sebuah pengalaman yang membuat lutut saya bergetar, hehehe.
  3. Pelajari juga supervisor kalian:
    Supervisor punya kesukaan sendiri-sendiri, ada yang suka kalau kalian menulis dengan runtut GAF pasien dari waktu ke waktu, ada yang suka kalian mengerti betul cara pemberian obat-obat psikiatri sampai dengan efek sampingnya, ada yang suka kalian maju dengan laporan singkat padat dan jelas. Nah, untuk mengetahui hal tersebut, konsultasikan hal ini pada teman koass yang baru saja lewat dari stase psikiatri.
Inilah tips-tips yang bisa saya berikan untuk meringankan "beban" kalian di stase psikiatri. Jujur saya nggak terlalu suka dengan ilmu psikiatri karena "abstrak" banget, akhirnya saya asal lewat saja di stase ini, toh saya nggak berencana berhubungan lebih lanjut dengan pasien-pasien psikiatri. Ternyata kasus psikiatri saya temukan waktu bertugas di Puskesmas. Pergunakanlah waktu kalian di stase psikiatri sebanyak mungkin, bukan hanya ilmunya, tapi juga seni dalam menghadapi pasien psikiatri. Semoga pengalaman saya dapat berguna bagi teman-teman semua. Sampai jumpa lagi ya :D

Wednesday, October 8, 2014

Munch Time!: Power Mix Fruit

Hi all, now I want to share about recipe. To eat healtier, we suppose to eat more fruits and vegies, but the matter is, sometimes we get bored just to eat plain vegie or fruit like usual. To fix it, we can make juice, smoothies, or salad, yes, salad, it's very simple to make a bowl of salad, just add your favorite vegie or fruit then apply a dressing, and it's ready to serve. I have y favorite kind of salad with honey dressing instead of thousand island or olive oil. Let's check it out ;D



The Item  

  • 2 tomatoes
  • Cucumber 
  • Papayas
  • Aloe veras
  • Honey
  • Dates

How To Make


  • First, chop the tomatoes and cucumber, put them in your bowl, don't forget to wash the vegie first
  • Apply the honey dressing, 2 tea spoon is enough (for me) you don't want your salad goes too sweet
  • After that, chop the dates (kurma), put them in your bowl
  • Next, add a bag of aloe veras, I love them, if they packed with sugar and water, just take aloe veras.
  • Last, add papayas until your bowl nearly full and stir them.
  • put them on refrigerator for a while wont hurt, serve them when cold.

That's is my favorite salad, it's refreshing, give you energy (from dates and honey) and vitamin. After I count the total calorie for this salad with MyFitnessPall, and it count around 300-354 cal. I call it Power Mix Fruit, wanna try? :D
A bowl of fruit salad is ready to serve

Saturday, September 20, 2014

Munch Time!: Mr. Tacoz, Cita Rasa Meksiko yang Menggoyang Lidah

Setelah lama berharap untuk mencicipi cita rasa masakan Meksiko, akhirnya doa saya dijawab oleh Allah SWT. Kawasan Tembalang sekarang dianugerahi dengan lebih banyak keanekaragaman kuliner, kuliner Meksiko, selamat atas dibukanya kedai masakan Meksiko Mr. Tacoz!. Untuk bisa sampai kesini, ambil jalan ke arah toko Tembalang (totem) di depan Masjid Undip, terus saja sambil lihat-lihat ke arah kiri, pasti ketemu

Look at that beef, so many so tasty
Kedai ini menjual berbagai "street food" ala Meksiko, misalnya Taco, nacho dengan saus, serta aneka burrito. Untuk makanan manisnya, mereka menjual es krim goreng. Untuk minuman, ada black taro, kopi, dan mojito. Pada kesempatan pertama di sini saya memesan satu beef taco, dengan ekstra sayuran tentunya, oh ya, ada 4 tingkat kepedasan yang bisa dipesan, saya langsung memesan tingkat 4. FYI, Taco merupakan makanan tradisional Meksiko dengan aneka macam isi (bisa ayam, sapi, keju, seafood, sayur, atau babi) dan dibungkus dengan tortilla gandum atau jagung, makanan ini juga biasanya disajikan dengan aneka garnish seperti saus salsa, alpukat atau guacamole, cilantro (jangan tanya ini apa, tahu namanya juga baru tadi malam), tomat, bawang, atau daun bawang. Taco di negara asalnya dimakan tanpa alat bantu, maksudnya langsung pake tangan, jadi untuk lebih mendapatkan Mexican spirit, saya memutuskan untuk makan pake tangan juga :D. Taco di tempat ini dagingnya termasuk banyak, untuk ukuran saya tentunya (seorang pria Jawa umur 25 tahun, kulit sawo matang). Kedai makanan ini juga tidak main-main tentang kepedasan makanannya, saya sampe nangis waktu makan taco yang saya pesan, bila anda khawatir makanan yang anda pesan rasanya akan jadi terlalu pedas, pesan lah tingkat kepedasan 1 atau 2. Secara keseluruhan, saya puas dengan taco yang saya pesan, hanya saja karena belum pernah mencoba taco asli dari Meksiko, saya nggak bisa tahu cita rasa asli taco.
The menu
Kedai Mr. Tacoz buka dari jam 12.00 sampai jam 22.00 pada hari Senin sampai Jumat dan jam 15.00 sampai jam 22.00 pada hari Sabtu dan Minggu. Tempatnya memang agak kecil, tapi berada di pinggir jalan. Makanan bisa anda makan di tempat atau bawa pulang, karena tempatnya agak kecil, saya sarankan untuk anda bawa pulang saja, kecuali kalau anda pesan minum yang keliatannya susah dibawa-bawa. Jika pegawai disana mau menggunakan topi Sombrero dan kumis palsu, pasti tempat itu bakal lebih "hidup", hahahaha. Sekian review dari saya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Always Eat Responsibly Friend :D   

Wednesday, September 17, 2014

Science Time!: Mengisi KMS dan Menghitung Status Gizi Anak

Halo para pembaca, artikel kali ini mungkin lebih cocok dibaca oleh para sejawat dokter umum atau adik-adik koass maupun yang sedang mengambil pendidikan di Fakultas Kedokteran, tapi bila teman-teman yang lain mau membaca, itu lebih baik, karena membaca lebih baik dari tidak membaca :D. Ah sudahlah, kita hentikan omong kosong tiada guna ini. Kali ini saya akan membahas tentang materi yang kita (saya sih sebenarnya) sering lupa, yaitu bagaimana membaca Kartu Menuju Sehat (KMS) dan menghitung Z score antropometri anak.

Kartu Menuju Sehat

KMS merupakan buku harian seorang anak umur 0-60 bulan (5 tahun). Isinya apa aja sih? Ini dia: 


KMS ini ada yang buat anak cewek (pink) ada yg punya anak cowok (biru), jangan sampe kebalik ya. Kalau udah liat gambarnya jadi keliatan simpel kan? Kita tinggal masuk-masukin aja data ke kolom yang sesuai. Nah, nanti tiap bulan, si ibu bakal bawa anaknya buat ditimbang, kita plot ke kurvanya. Setelah kita plot, kita tarik garis antara hasil penimbangan bulan kemarin sama hasil penimbangan bulan ini. Macam garisnya ada 2, yaitu:
  • N = naik
  • T = tidak naik
Varian garis N sama T ini yang biasanya kita lupa. Ini nih variannya:
  • N2 (Normal Growth), kalo tiap bulan BB naik, tapi tetep pada garisnya, kalo di hijau ya hijau lagi, kalo kuning ya kuning lagi
  • N1 (Catch Up), Kalo BBnya naik sampe pindah garis, misal kemarin ada di zona kuning, sekarang naik ke hijau
  • T1 (Growth Faltering), BBnya naik sih, tapi malah pindah zona di bawahnya
  • T2 (Flat Growth), BB bulan kemarin sama bulan ini sama
  • T3 (Loss of Growth), BBnya nggak naik malah turun, amit-amit deh ~~~
Jangan lupa catat riwayat imunisasinya juga ya. Begitulah penjelasan singkat dalam pengisian KMS

Z Score

Selain KMS, ada metode lain untuk menilai gizi anak, yaitu dari Z score. Untuk mengisi Z score, kita butuh data BB, TB, dan umur anak. Setelah kita tahu, ada tiga hal yang harus kita hitung:
  • BB/Umur
  • TB/Umur
  • BB/TB atau PB
Tapi, kita nggak perlu membagi BB dengan umur, kita tinggal mencarinya di tabel, seperti ini nih:

Ada juga tabel lain seperti BB/U atau TB/U. Untuk membaca tabel di atas, kita butuh "rumus sakti",
rumus yang digunakan ini nih:
NIS: Nilai Individual Subjek, nilai hasil pengukuran
NMBR: Nilai Median Baku Rujukan, atau singkatnya nilai median
NSBR: Nilai Simpangan Baku Rujukan, SD upper atau SD lower

Misalnya, anak laki-laki berumur 90 bulan, kita timbang beratnya 30 kg, berarti NIS 30 kg, NSBRnya kita lihat di tabel (24,0), 30 lebih besar daripada 24 berarti kita gunakan SD upper (jika NIS lebih kecil dari NSBR kita gunakan SD lower), berarti nilai NSBR yang kita gunakan 4,2. Perhitungannya jadi begini:

Z score = (30-24)/4,2 = + 1,4 SD

Artinya apa? Kita lihat tabel berikutnya:
Kategori Z score
Dari hasil perhitungan anak laki-laki tadi masuk ke kelompok -2 s/d +2 SD menurut BB/U, jadi termasuk gizi baik. Untuk TB/U dan BB/TB konsep perhitungannya sama. Setelah kita hitung ketiganya, kita butuh menginterpretasikan data yang kita dapatkan, kita lihat tabel berikutnya:
Interpretasi Z score
Setelah semuanya selesai, barulah kita dapat mengintrepretasi status gizi anak secara keseluruhan. Sekian dulu artikel kali ini, kita jumpa lagi dalam artikel yang (insya Allah) lebih menarik, sampai jumpa teman-teman :D
  

Saturday, September 13, 2014

Munch Time!: Sate Ayam Martawi

Semarang diberkahi dengan berbagai macam kreasi menu sate, salah satu sate dengan branding kuat di Semarang adalah "Sate Martawi". Bertempat di daerah Pasar Kambing Sompok (Jalan Tentara Pelajar). Penggemarnya berasal dari beragam kalangan, tapi menurut pengakuan penjualnya (ya kita anggap saja ini benar) banyak kalangan elit yang menjadi langganan setianya, karena cerita ini juga diamini oleh ibu dan eyang saya mari kita yakini kalau cerita ini benar.

Waktu dibakar menggoda banget
Sate ayam yang punya ciri khas menggunakan dua tusuk sate ini memang dagingnya besar-besar, pemakaian dua tusuk sate ini selain untuk menjaga supaya batang tusuk tidak gampang patah, menurut saya juga menimbulkan efek sugesti, kok bisa? Mari kita analisis. Harga sate Martawi ini memang agak mahal, sekitar 18 ribu rupiah untuk 10 tusuk, ini yang mungkin membuat orang-orang mikir-mikir kalau mau membeli lebih dari satu porsi, padahal dengan membeli 1 porsi, kita akan mendapatkan sate berjumlah 20 tusuk (ingat, tusukannya dobel kan :D). Ini akan membuat seakan-akan kita membeli dalam jumlah banyak kan ;D. Selain daging yang besar-besar, sambal kacang sate Martawi memang oke punya, manisnya pas, pedasnya juga pas, jika masih merasa kurang pedas, silahkan tambah irisan cabe dan bawang sesuka anda. 

Sate Ayam Martawi mulai beroperasi sekitar jam 5 sore, tempatnya juga terjangkau karena berada di pinggir jalan raya, jangan ragu-ragu untuk makan di sini bersama keluarga tercinta, pacar tercinta, atau teman-teman anda. Akhir kata, setelah melihat ukuran sate yang besar, harga yang "lumayan" dan sambal kacang yang oke punya, saya percaya juga bahwa banyak kalangan elit yang menjadi langganan sate ini :D. Oke teman-teman, sekian dulu info kuliner dari saya, semoga informasi ini dapat menambah perbendaharaan jajanan di sekitar Semarang untuk kita semua.

Nikmati dengan potongan sayur supaya segar :D
Remember, Always Eat Responsibly :D



Wednesday, September 10, 2014

Science Time!: Mari menghitung kebutuhan kalori sehari-hari!

Halo para pembaca, di postingan sebelumnya, kita tahu bahwa terlalu gemuk tidak baik bagi tubuh, kita juga sudah tahu bagaimana cara menghitung BMI, lalu apa langkah selanjutnya? Untuk mendapatkan kontrol nutrisi kita sehari-hari, kita harus bisa menghitung kebutuhan kalori kita sehari-hari, karena kalau kita kelebihan kalori, kalori tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. Menghitung kebutuhan kalori ada 2 cara, yaitu:
  • Cara praktis
  • Cara ribet


CARA PRAKTIS
Kalau kalian tipe orang yang nggak mau repot, cara ini cocok banget buat kalian, kalian bisa langsung mengunjungi website kalkulator kalori seperti:

Pengen yang lebih portable? download aja aplikasi penghitung kalori di playstore seperti:

CARA RIBET
Jika anda, entah dengan alasan ingin belajar atau nggak sreg bila tidak menghitung sendiri, ingin menghitung secara manual, maka anda dapat mengikuti rumus ini:

1. Hitung dulu BMI seperti yang sudah dijelaskan

2. Hitung BB ideal:
Rumus Broca
Rumus ini untuk pria dengan tinggi badan > 160 cm dan wanita dengan tingi badan > 150 cm. Kalau tinggi teman-teman kurang dari itu, cukup TB-100 saja, tidak perlu dikali 90%.

3. Hitung kebutuhan kalori basal
Kalori basal maksudnya adalah kebutuhan kalori yang digunakan murni untuk menjalankan fungsi minimal tubuh saat istirahat tanpa melakukan apa-apa. Rumusnya adalah:

Kalori Basal: BBideal x 25 (Untuk wanita)
Kalori Basal: BBideal x 30 (Untuk pria)


4. Hitung kebutuhan tambahan
Setelah tahu kebutuhan kalori basal, kita harus menambahkan kebutuhan kalori, misalnya:

BERDASARKAN AKTIVITAS FISIK
  • Ringan (10-20% dari kalori basal): membaca, nyetir mobil, kerja kantoran, jalan kaki, main game
  • Sedang (20-30% dari kalori basal): bersih-bersih rumah, jalan cepat, bersepeda (bukan balap sepeda)
  • Berat (40-50% dari kalori basal): aerobik, mendaki, tinju, gulat, angkat berat, lari, perang di garis depan, dan olahraga berat lainnya
BERDASARKAN UMUR
  • 40-59 tahun: -5%
  • 60-69 tahun: -10%
  • > 70 tahun: -20%
BERDASARKAN BERAT BADAN (lihat kategori berat badan berdasarkan IMT)
  • BB lebih (overweight): -10%
  • BB obese: -20%
  • BB kurang: +20%
LAINNYA
  • Hamil: Trimester I, II (+300 kal), trimester III/menyusui (+500 kal)


Simpel kan? cuma kali, tambah, kurang dan kalian bisa menghitung kebutuhan kalori sendiri. Setelah bisa menghitung kalori, terus mau apa? Sudah tentu kita sesuaikan dengan makanan kita sehari-hari. Langkah ini sebetulnya yang paling ribet, karena kita harus menghitung jumlah kalori yang ada dalam makanan. Repotnya lagi, kadang kita nggak tahu ukuran 100 gram nasi putih itu sebetulnya seberapa. Untuk kalian yang belum tahu, silahkan liat tabel di bawah ini:

Ukuran bahan makanan
Sumber: Slide karya Cerika Rismayanthi, M.Or
Selain itu saya menemukan tabel berisi daftar zat gizi dan kalori beberapa jenis makanan
Sumber: Slide karya Cerika Rismayanthi, M.Or

Sumber: Slide karya Cerika Rismayanthi, M.Or
Kalau kalian belum menemukan bahan makanan yang dicari, coba saja kunjungi website ini, atau di website rumushitung. Bagi kalian pemakai smartphone berbasis android, kalian bisa download aplikasi daftar kalori makanan di app store. Sekian dulu informasi dari saya, semoga berguna untuk kita semua. Hidup sehat memang sulit karena banyak yang harus dipertimbangkan, lebih mudah asal makan dan hidup seenaknya, tapi apa kita siap dengan konsekuensi hidup yang "mudah" tersebut? Sampai jumpa semuanya :D